foto Budi Santoso/Linggau Pos
LANTIK : Camat Tiang Pumpung Kepungut, Musadik Nanguning, saat dilantik oleh Bupati Musi Rawas, H Ridwan Mukti di Auditorium Pemkab Mura, Kamis (8/4).




Lebih Dekat dengan Camat TPK, Musadik Nanguning

Belum satu bulan menjabat sebagai Camat Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Musadik Nanguning terus melakukan sejumlah terobosan. Salah satunya meningkatkan kedisiplinan pada staf serta pembenahan ke dalam. Apa maksudnya?


Budi Santoso, TPK
SEBELUM menjadi Camat TPK, Musadik Nanguning dipercaya Bupati Musi Rawas (Mura) Ridwan Mukti menjadi Camat Muara Kelingi, lebih kurang delapan bulan. Pada Kamis (8/4) lalu, Musadik Nanguning dilantik Bupati Mura menjadi Camat TPK menggantikan camat lama, Syaidulman.


Saat dilantik dan diambil sumpah, sosok suami Nurlena ini nampak gagah dengan seragam berwarna putih dipadu celana warna senada. Terlihat jelas figur Musadik Nangunging begitu percaya diri, dan siap mengemban amanah sebagai camat pada dae-rah pemekaran tersebut.


Ia sendiri mengucapkan syukur pada Sang Pencipta atas keberhasilan diraihnya tersebut. Musadik Nanguning mengaku setelah ia masuk kerja pada 9 April lalu, melihat beberapa hal di kantor perlu mendapatkan pembenahan. "Saya lihat setelah saya masuk kantor pada 9 April perlu diperbaiki, misalnya dalam hal administrasi. Saya ingin ada tertib administrasi di kantor Camat hingga kerja staf menjadi makin baik," papar Musadik Nanguning dihubungi wartawan koran ini, Selasa (13/4).


Ia menilai kinerja para stafnya mesti ditingkatkan lagi agar dapat memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Inilah yang disebut oleh Musadik Nanguning sebagai pembinaan ke dalam di lingkungan tempat kerjanya.


"Saya mesti melakukan perbaikan kedalam dulu sebelum melakukan pembinaan keluar. Masih ada beberapa hal perlu dibenahi seperti administrasi, disiplin para PNS yang terkesan menurun. Saya sangat berharap ada perubahan setelah saya menjadi camat di sini," kata bapak lima anak ini dengan suara berwibawa. Berkat pembinaan yang rutin dilakukannya, membuat kinerja staf makin membaik. Buktinya, kata Musadik Nanguning, sekarang staf masuk kerja pukul 07.30 WIB dan pulang kerja pada pukul 14.00 WIB.


Di kantor camat TPK sekarang ini ada 18 staf baik PNS maupun honorer. "Alhamdulilah sekarang mereka yang semula agak kurang aktif, kini mulai berangsur-angsur aktif bekerja," papar Musadik Nanguning. Setelah melakukan pembenahan di dalam, Musadik Nanguning juga membina warga dengan melakukan pendekatan kepada mereka.


Ia sendiri menilai dengan pembinaan rutin terhadap penduduk asli di TPK, maka masyarakat dapat memahami maksud dari program pemerintah tersebut. "Di TPK ini kebanyakan penduduk asli hingga perlu adanya pendekatan kepada mereka. Saya sendiri sudah turun ke desa-desa guna melakukan pendekatan, agar program kerja kita dapat dipahami mereka. Misalnya, pembangunan sarana infrastruktur jalan yang manfaatnya untuk warga itu sendiri," papar Musadik Nanguning menilai masyarakat dapat dibimbing tergantung dengan cara pemimpinnya. Untuk itu, pemimpin yang baik mesti tahu dengan kondisi warganya sendiri.


Alumni Universitas Palembang (Unpal) fakultas hukum 2007 menyebutkan bahwa di Kecamatan TPK memiliki sembilan desa, dengan mata pencarian warga kebanyakan petani karet. Saat bekerja Musadik Nanguning dibantu Sekcam, Munhartono dan staf bersama-sama berusaha melaksanakan program kerja kecamatan. "Kita tahu bahwa Kecamatan TPK ini termasuk kecamatan pemekaran hingga secara kasat mata perlu dilakukan pembinaan lebih lanjut untuk para kades. Agar mereka bisa memimpin desanya hingga menjadi lebih maju dibandingkan sebelumnya," ungkap Musadik Nanguning menilai, potensi di TPK pada bidang perkebunan belum tersentuh dengan baik karena tidak ada investor yang masuk ke sana.


Hanya saja, lanjut dia, ada gas dan minyak mentah di Desa Lubuk Besar sudah dieksploitasi oleh perusahaan PT Medco. Dan ini menjadi salah satu usaha penggalian potensi di Kecamatan TPK tersebut untuk kesejahteraan masyarakat setempat, dengan hasil didapatkan untuk PAD Kabupaten Mura.


Sekedar mengingatkan, mutasi di jajaran Pemkab Mura bergulir dengan pelantikan dan pengambilan sumpah 11 pejabat eselon III Bupati, H Ridwan Mukti, Kamis (8/4), di Auditorium Pemkab Mura. Pejabat yang dilantik ini terdiri dari tiga kepala bagian (Kabag), lima Camat, dan tiga Sekretaris Camat (Sekcam) berdasarkan Keputusan Bupati Mura No.11/KPTS/BKPP/2010 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Pejabat Struktural Eselon III di lingkungan Pemkab Mura.


Saat itu, Bupati Mura, Ridwan Mukti menyatakan bahwa pejabat yang dilantik dapat langsung menjalankan tugas, karena mereka dinilai sudah memiliki pengalaman sebelum menduduki jabatan yang baru. Bupati minta kepada para pejabat tersebut dapat langsung tancap gas, karena sudah dinilai cakap dalam bekerja.(*)


    ShoutMix chat widget