MUSI RAWAS–Tidak meratanya penempatan guru di lingkungan Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Musi Rawasa (Mura) berakibat fatal. Salah satu bukti, berdampak pada pelajaran jurusan IPA SMA Negeri Nibung, Kabupaten Mura, yang 100 persen tidak lulus Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2009/2010.

Kepala Disdik Kabupaten Mura, Edi Iswanto, melalui Kasubbag Kepegawaian, Marzani, tidak menampik penempatan guru tidak merata tersebut. Menurut dia, berdasarkan analisis kepegawaian Disdik Mura, dalam pemerataan pihaknya sedikit mengalami kendala. "Tidak meratanya penempatan itu akibat banyaknya guru yang tidak mau ditempatkan di luar daerah, sehingga banyak penumpukan guru di sejumlah daerah tertentu. Seperti di wilayah Kecamatan Tugumulyo dan Muara Beliti," kata Marzani ketika dijumpai wartawan koran ini di ruang kerjanya, Selasa (27/4).

Padahal setiap Calon Pegawai Negeri Sipil Daerah (CPNSD) menandatangani surat penyataan siap ditempatkan di mana saja di seluruh daerah di Indonesia. Kalau PNS tidak patuh dengan pernyataan itu, berarti PNS dalam hal ini guru telah ingkar janji. Dia mengaku, belum ada solusi untuk mengatasi tidak meratanya penempatan guru tersebut. Namun penempatan guru pada 2009/2010 pihaknya mengupayakan untuk menganalisis kembali mana guru yang lebih dan kurang. "Pemerataan guru itu nantinya kita akan sesuaikan dengan domisili guru," jelas Marzani.

Dalam pemerataan guru SD, lanjutnya, pihaknya menerima langsung dari Kepala Unit Pengelola Terpadu (KUPT). Sebab, dalam pemerataan guru SD kita hanya membutuhkan sembilan guru, yakni guru kelas enam orang, satu guru Agama, satu guru Penjas, dan kepala sekolah.(16)


    ShoutMix chat widget