Gagalnya Pementasan Rhoma dan Soneta Group
MUSI RAWAS–Bupati Musi Rawas (Mura) Ridwan Mukti, meminta maaf kepada masyarakat Kabupaten Mura dan sekitarnya, karena gagalnya H Rhoma Irama, membawakan lagu-lagu hitsnya pada pembukaan MTQ XXIV Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Gagalnya Raja Dangdut mengibur masyarakat Mura, serta para peserta MTQ XXIV 2010 di kawasan alun-alun Pemkab Mura di Kecamatan Muara Beliti, Senin (19/4) malam, dikarenakan adanya serangan angin puting beliung. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, saya memohon maaf kepada masyarakat Mura dan sekitarnya, H Rhoma Irama yang telah ditunggu-tunggu masyarakat gagal membawakan lagu-lagunya untuk menghibur masyarakat pada pembukaan MTQ XXIV tingkat Sumsel, karena adanya musibah angin puting beliung," kata bupati, saat menyampaikan pidato peringatan HUT Kabupaten Mura ke-67, dalam rapat paripurna istimewa DPRD Mura, Selasa (20/4).


Untuk itu dirinya berjanji akan kembali mendatangkan raja dangdut tersebut, pada acara penutupan MTQ, Minggu malam Senin (25/4) mendatang. Hal itu dilakukan guna memuaskan dan rasa penasaran masyarakat terhadap musisi sekaligus dai kenamaan tersebut.


Gagalnya Rhoma Irama melantunkan lagu-lagu bernuansa religi, menurut bupati, akibat adanya angin puting beliung disertai hujan deras yang melanda lokasi pelaksanaan MTQ. Akibatnya masyarakat kecewa, namun harus disyukuri karena terjadi sebelum acara sehingga tidak memakan korban jiwa.


Bupati Ridwan Mukti, mengatakan saat ini Kabupaten Mura bersama masyarakat sedang menggalakkan pembangunan berbasis agribisnis yang dikemas dalam program Agropolitan Centre. Selain itu program lainnya yang tidak kalah penting adalah menyukseskan agenda besar, yaitu Mura Darussalam, atau pembangunan masyarakat bernuansa agamis. Untuk mendukung terlaksananya program Mura Darussalam, Pemkab Mura telah meluncurkan program Khatam Al Quran, dengan target 100 ribu santri yang khatam quran, dengan anggaran yang telah disiapkan Rp 50 miliar.


Sedangkan puncak dari kedua program ini ialah menjadikan Kabupaten Mura sebagai gerbang investasi sektor barat Provinsi Sumatra Selatan. Dimana untuk mencapainya, telah dilakukan pembukaan akses jalan dan jembatan di berbagai daerah yang selama ini terisolir, pembangunan Terminal Peti Kemas Durian Remuk di Kecamatan Muara Beliti. Dengan dibukanya akses jalan dan jembatan akan memudahkan masyarakat mengangkut hasil bumi untuk dijual keluar daerah.


Gubernur Sumsel, Alex Noerdin dalam amanat tertulisnya dibacakan Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumsel, H Musrif Suwardi mengatakan, program yang dicanangkan Bupati Mura harus mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Apabila program pembangunan yang sedang digulirkan Pemkab Mura saat ini bisa berjalan dengan baik, maka daerah ini akan menjadi pusat kegiatan dan usaha di Provinsi Sumsel bagian barat. Apalagi didukung ketersediaan sarana dan prasarana transportasi yang memadai, serta Bandara Silampari yang dalam waktu dekat akan melayani penerbangan reguler dari Lubuklinggau-Jakarta.


Perlu diketahui seyogyanya Gubernur Sumsel Alex Noerdin hadir pada rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Mura, dalam rangka memperingati HUT Kabupaten Mura ke-67 pad 2010. Gubernur Alex Noerdin berhalangan hadir karena sedang berada di Negara Tirai Bambu China. Begitu juga dengan Wakil Gubenur Eddy Yusuf, karena mengikuti pertemuan gubernur se-Indonesia dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Pulau Dewata, Bali.


Rapat paripurna istimewa DPRD Kabupaten Mura dengan agenda memperingati HUT Kabupaten Mura ke-67, selain dihadiri Sekda Provinsi Sumsel juga dihadiri para bupati dan walikota se-Provinsi Sumsel juga bupati/walikota tetangga.(11)


    ShoutMix chat widget