MUSI RAWAS–Dari 277 desa yang ada di Kabupaten Musi Rawas (Mura), 228 desa sudah terpasang jaringan listrik. Dan dari 228 desa yang sudah dibangun jaringan, ternyata baru 170 desa yang sudah mendapat pasokan listrik dari PT PLN. Artinya, masih ada 58 desa yang jaringan listriknya sudah ada belum dapat dimanfaatkan.
Selain itu masih ada 49 desa lagi yang belum sama sekali tersentuh pembangunan untuk penerangan listrik. Dengan demikian, 107 desa di Kabupaten Mura belum mendapatkan penerangan listrik dari PT PLN. Demikian diungkapkan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kabupaten Mura, melalui Kepala Sub Bagian (Kasubbag) Migas dan Energi, Krisna Ansori kepada Linggau Pos, Sabtu (24/4).
Menurut Krisna, Pemkab Mura masih kekurangan dana untuk melaksanakan pembangunan
107 Desa dari hal 1
jaringan listrik di 49 desa tersebut. Kemudian kondisi desa yang sulit dijangkau atau terisolir, karena belum adanya sarana transportasi jalan. "Tetapi Pemkab Mura menargetkan 2010 hingga 2011 jaringan listrik sudah terpasang di seluruhn desa,"jelas Krisna.
Ditambahkannya, untuk desa terpencil yang belum mendapatkan jaringan listrik, pada anggaran tahun 2010 seluruh desa sudah bisa menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Dan saat ini desa yang sudah menggunakan PLTS ada 10 desa, diataranya Desa Pauh I, Pauh II, Balani, dan Desa Batu Kucing Kecamatan Rawas Ilir.
Selanjutnya Desa Jangke, Sosokan, Pulau Kidak, Kecamatan Ulu Rawas. Selanjutnya Desa Karya Makmur, Kecamatan Nibung, dan Desa Gunung Kembang Kecamatan BTS Ulu Cecar.
Dijelaskan Krisna, Pemkab Mura melalui Distamben hanya melaksanakan pembangunan jaringan, seperti tiang, kabel dan travo. Sedangkan arus listrik dan KWh meter dipasok oleh PT PLN. Sementara jaringan yang sudah dibangun tetapi belum termanfaatkan, hal ini terkendala daya listrik dan KWh meter dari PLN. "Artinya belum difungsikannya jaringan itu bukan kesalahan Distamben,"tegas Krisna.(14)


    ShoutMix chat widget