
Lurah Taba Koji, Mustafa Kamal
Ada sejumlah program kerja menjadi prioritas dari Lurah Taba Koji, Mustafa Kamal pasca dilantik dan diambil sumpah oleh Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi, baru-baru ini. Apa saja? Berikut laporannya.
Leo Mura, Taba Koji
LURAH ini mengaku sudah memiliki program kerja dengan target utama, yakni menekan jumlah penduduk miskin di kelurahan yang dipimpinnya. Serta menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing.
Program kerja tersebut mesti diaplikasikan kepada masyarakatnya, guna mendukung target Kota Lubuklinggau meraih Adipura 2010.
Bisa jadi usaha itu nanti membuahkan hasil. Apalagi dilihat dari kepribadian Mustafa tergolong ambisius, tetapi justru membuat warga Kelurahan Taba Koji dekat dengan sosok lurah yang baru 15 hari menjabat tersebut. Agar program itu terealisasi Mustafa memberi contoh kepada masyarakat agar hidup bersih dimulai dari dirinya pribadi.
“Saya awali dari diri pribadi untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Mudah-mudahan dengan jalan ini warga mau mencontoh. Karena saya pikir dengan jalan ini warga justru tidak merasa diperintah dan mau membersihkan lingkungan sekitar rumah dengan sendirinya,” jelas Mustafa, Jumat (5/3), yang ditemui sedang membersihkan lingkungan kantor bersama stafnya.
Lalu, pria yang berulang tahun setiap 5 Oktober ini menambahkan, langkah yang dilakukannya tidak lain untuk mendukung program Pemkot Lubuklinggau meraih piala Adipura. Ia juga berniat menghapus anggapan bahwa kelurahan yang dipimpinnya itu termasuk tertinggal.
“Selama ini warga Kelurahan Taba Koji terbilang tertinggal dengan dibuktikan jumlah Rumah Tangga Sasaran (RTS) lumayan tinggi yakni 125 Kepala Keluarga (KK). Untuk itu butuh kerja keras agar tingkat kemiskinan di sini dapat ditekan,” kata Mustafa yang mengaku, sejak 15 hari menjabat melakukan terobosan dengan adanya penurunan jumlah RTS dari 125 KK menjadi 113 KK atau berkurang 13 KK. Namun, ia tak merinci strategi apa yang dilakukan hingga jumlah KK bisa berkurang.
Untuk jenjang kariernya, suami Sakila menyebutkan berawal sebagai staf di Dinas Perikanan dan Perternakan Kabupaten Mura 1987, berselang delapan tahun kemudian bapak tiga anak ini hijrah ke Kota Lubuklinggau. Dia bertugas menjadi staf Kelurahan Taba Jemekeh selama 10 tahun.
“Awal terbentuknya Kelurahan Taba Koji, saya ditugaskan sebagai sekretaris lurah Taba Koji,” cerita pria yang lebih akrab disapa Topa ini. Ia sendiri mengakui termasuk pribadi yang ambisius untuk mengembangkan kemajuan kelurahan terutama dalam hal menjaga kebersihan.
“Kalau lingkungan sekitar kita bersih, indah, maka berpikir menjadi jernih,” ucap ayah dari Radius Adi Putra, Fitri Afifah, dan Febri Wahyu Gusti, menutup obrolan.(*)





0 komentar