Image Hosting
Image Hosting

MUSI RAWAS–Kerugian akibat banjir yang melanda 28 desa di wilayah Kecamatan BTS Ulu, Muara Kelingi, serta Kecamatan Muara Lakitan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) terjadi Februari lalu mencapai Rp 100 miliar.
Besarnya kerugian yang dialami tersebut akibat rusaknya fasilitas umum, seperti jalan jembatan, gedung sekolah, dan fasilitas milik pemerintahan lainnya. Selain itu dihitung dari kerusakan milik masyarakat yang diantaranya rumah serta lahan pertanian dan perkebunan bahkan binatang ternak.

“Kerugian tersebut baru perkiraan, karena banjir kali ini lebih besar dan merusak banyak fasilitas umum, rumah dan ternak dibandingkan dengan bajir-banjir yang terjadi beberapa tahun belakangan ini. Banjir tahun ini bukan hanya banjir besar, namun sudah masuk kategori bencana alam,” kata Bupati Mura, Ridwan Mukti.

Dilanjutkannya, tiga kecamatan tersebut terkena dampak banjir terparah karena banyaknya desa yang terendam dengan ketinggian air lebih dari tiga meter bahkan ketinggian air mencapai 8 meter yang merendam Dusun Kertoya Kecamatan BTS Ulu.

Meskipun banjir sudah mulai surut, namun dirinya mengimbau Satkorlak Penanganan Bencana untuk terus memantau serta mengantisipasi bila terjadi banjir susulan, karena permukaan air Sungai Rawas dan Musi serta Lakitan masih cukup tinggi. “Petugas terus disiagakan untuk mengantisipasi dan menanggulangi bila terjadi luapan air yang tinggi di sungai tersebut yang dikhawatirkan banjir kembali melanda. Hingga saat ini baik pihak kecamatan, dinsos dan kesehatan terus siaga dan melayani kebutuhan masyarakat dan mengatasi persoalan yang ada di lokasi banjir,”ujarnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishub Kominfo), Ari Narsa JS mengungkapkan, semua jalur jalan yang beberapa hari tergenang air dan tidak bisa dilewati saat ini sudah bisa dilewati. “Tidak ada lagi jalur jalan yang putus pasca banjir,” ungkap Ari Narsa.

Selain itu, untuk jalan ke desa-desa yang masih mengalami kerusakan dan sulit dilewati pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas PU Bina Marga dan saat ini telah mendata jalan-jalan yang harus ditangani secara tangggap darurat agar bisa diakses.
“Pada titik jalan yang rawan kami pasang papan pemberitahuan atau rambu-rambu. Sementara jalan-jalan yang rusak disampaikan ke Dinas PU Bina Marga agar cepat ditangani,” katanya.(11)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget