Image Hosting
Image Hosting

MUSI RAWAS–Banjir yang melanda tiga kecamatan di Kabupaten Musi Rawas (Mura), Februari 2010 lalu akibat meluapnya Sungai Musi telah merusak lebih kurang 1261 hektare areal pertanian darat (Padi Gogo).
“Dari 1261 hektare lahan pertanian padi darat yang mengalami kerusakan, 484,5 hektare diantaranya sama sekali tidak bisa dipanen," kata Hendy UP, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Mura, Kamis (4/3).

Ia mengatakan, lahan padi darat yang gagal panen akibat banjir antara lain 183,5 hektare terdapat di Kecamatan Muara Kelingi, dan 301 hektare di Kecamatan Muara Lakitan dan untuk Kecamatan Bulang Tengah Suku Ulu lahan pertanian padi darat milik warga di daerah ini tidak mengalami gagal panen karena sebagian besar berada di dataran tinggi dan hanya mengalami kerusakan tidak terlalu parah.

Untuk lahan padi gogo yang rusak tapi masih bisa dipanen di Kecamatan Muara Kelingi seluas 595 hektare, Kecamatan Muara Lakitan mencapai 416 hektar, sedangkan Kecamatan BTS Ulu 252 hektare. Dan untuk padi sawah yang terendam banjir hanya terdapat di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Muara Lakitan 26 hektare dan dipastikan gagal panen, sedangkan di Kecamatan BTS Ulu terdapat 32 hektare namun tidak mengalami gagal panen (puso).

Selain tanaman padi, banjir yang menimpa daerah itu juga telah merusak tanaman pangan lainnya, yakni tanaman jagung di Muara Lakitan mencapai 10 hektare dan tanaman kedelai mencapai 24 hektare. Serta 10,5 hektare tanaman jagung di wilayah Kecamatan Muara Kelingi.

Untuk membantu petani yang mengalami kerugian pihak Dinas Tanaman Pangan Mura, kata dia, akan memberikan bantuan benih sebagai bentuk kompensasi dari bencana yang dialami masyarakat di daerah itu. Bantuan yang diberikan berupa bibit padi gogo dengan jenis situ gonggo yang memiliki keungulan masa panen hanya 120 hari.
Bantuan bibit ini akan dibagikan kepada masyarakat dalam waktu dekat, dimana setiap hektarenya akan dibantu bibit 40 kg untuk padi gogo dan untuk padi sawah 25 kg per hektare.

Sementara itu Kepala Unit Pelaksana Teknis Perlindungan Tanaman pada Dinas Tanaman dan Holtikultura, Anuar Efendi menuturkan, saat ini pihaknya terus memantau dan mendata lahan pertanian yang terkena dampak banjir di tiga kecamatan tersebut.
Pendataan ini dilakukan guna mengetahui kerugian yang dialami petani secara keseluruhan, dan untuk sementara diperkirakan per hektarenya petani yang mengolah pertanian darat mengalami kerugian mencapai Rp 1,7 juta per hektar, dan untuk padi sawah Rp 2,2 juta per hektare.

Bantuan yang diberikan Pemkab setempat, kata dia, sifatnya untuk meringankan kerugian yang dialami petani di daerah itu khususnya pada musim tanam 2010.(11)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget