
Foto/Hetty/Linggau Pos
WAKAF : Lurah Air Temam, Supriadi Umar, bersama Kepala SMAN 6 Lubuklinggau, Puguh Purnomo dan Satimin warga yang mewakafkan lahannya untuk pembangunan SMAN 6 Lubuklinggau, Sabtu (6/3).
* Cerita Dibalik Pendirian SMAN 6 Lubuklinggau
Beranjak dari keinginan untuk berpartisipasi mengembangkan dunia pendidikan di Kelurahan Air Temam, lima orang warganya dengan rela mewakafkan tanah mereka untuk membangun sebuah sekolah untuk anak-anak mereka dikemudian hari. Dan akhirnya pada 2007 lalu keinginan tersebut terwujudkan, dengan berdirinya bangunan sebuah SMA yang merupakan prakarsa warga Air Temam. Berikut laporannya.
Hetty Arnita, Air Temam
TIGA tahun sudah SMAN 6 Lubuklinggau berdiri di Kelurahan Air Temam, Kecamatan Lubuklinggau Selatan I, dengan jumlah kelas yang dibangun pada waktu itu hanya tiga kelas dengan siswa 103 orang. Sebagai informasi, bangunan megah itu dibangun di atas lahan 1,8 hektar milik lima Kepala Keluarga (KK) Kelurahan Air Temam. Mereka adalah Satimin, Sutarjo, Rosani Sitanggang, Suparto Tampubolon, dan Rahmat Kartolo yang bersedia mewakafkan tanahnya untuk kepentingan dunia pendidikan di Kota Lubuklinggau umumnya dan Kelurahan Air Temam khususnya.
Dan orang yang pertama kali memiliki inisiatif pendirian sekolah ini adalah Lurah Air Temam, Supriadi Umar. Dikatakannya, pada waktu itu dirinya mengetahui keinginan Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi, untuk mendirikan sebuah sekolah di daerah-daerah yang jauh dari pusat kota. Namun, pendirian sekolah itu harus dibangun di atas tanah warga tanpa ada ganti rugi dari pihak pemerintah alias sukarela.
“Pada waktu itu keinginan walikota untuk mendirikan sebuah sekolah sangat tinggi. Tujuannya, untuk menyamaratakan kebutuhan pendidikan terhadap seluruh anak bangsa umumnya dan generasi muda di Kota Lubuklinggau khususnya. Ketika mendengar keinginan yang mulia itu, saya langsung berkoordinasi dengan Camat Lubuklinggau Selatan I, pada waktu itu masih dijabat Imam Senen untuk menyampaikan keinginan walikota itu,” terang Supriadi Umar kepada Linggau Pos usai menghadiri acara Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 H di SMAN 6 Lubuklinggau, Sabtu (6/3).
Setelah berkoordinasi dengan camat, akhirnya dia menghubungi sejumlah warganya untuk memberikan sebagian lahan yang mereka miliki untuk pembangunan sekolah itu. Kemudian, orang pertama yang bersedia memberikan sebagian lahannya yakni Satimin, setelah itu menyusul empat nama lain.
“Alhamdulillah, berkat kesadaran yang tinggi dari warga Kelurahan Air Temam terhadap dunia pendidikan, akhirnya mereka bersedia memberikan sebagian lahan mereka untuk dibangun menjadi sekolah. Dalam kesempatan ini, kami ucapkan terima kasih kepada warga yang telah mewakafkan tanah mereka untuk kepentingan khalayak ramai,” ucapnya.
Lantas, kenapa lima warga ini rela memberikan tanahnya untuk lahan pembangunan sekolah? Satimin, salah satu warga mengungkapkan, pewakafan tanah ini didasarkan atas keinginannya untuk mengembangkan dunia pendidikan di Kelurahan Air Temam.
“Sebab, selama ini sebagian besar anak-anak di Kelurahan Air Temam tidak banyak yang melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi. Walaupun ada, lokasi sekolah sangat jauh dari tempat tinggal. Melihat keadaan ini, kami sangat sedih dan berkeinginan untuk memiliki sekolah yang berada dekat dengan tempat tinggal. Kemudian, kami juga ingin anak-anak dapat melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi dengan harapan bisa menjadi harapan Kota Lubuklinggau kedepan,” kata Satimin.
Kendati baru tiga tahun berdiri, saat ini SMAN 6 Lubuklinggau telah memiliki 442 siswa, sembilan lokal dan 12 ruang belajar. Terhadap jumlah lokal yang dimiliki, keluarga besar SMAN 6 mengharapkan kepada pemerintah untuk dapat menambah ruang belajar siswa. Sebab, dengan kekurangan ini siswa-siswi masih melakukan kegiatan belajar mengajar pada waktu pagi dan siang hari.
“Hal ini tentunya menyita tenaga dewan guru dan siswa sendiri. Kami berkeinginan kegiatan belajar mengajar hanya dilakukan pada waktu pagi hari supaya lebih efektif. Untuk itu, kami berharap pemerintah dapat memikirkan hal tersebut,” pinta Kepala SMAN 6 Lubuklinggau, Puguh Purnomo.(*)





0 komentar