Image Hosting
Image Hosting





MUARA KELINGI-Penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan gatal-gatal mulai menyerang warga, yang menjadi korban banjir di sejumlah desa di Kecamatan Muara Kelingi. Namun, tim medis Puskesmas Muara Kelingi cepat tanggap dengan turun langsung ke rumah warga untuk memberikan antibiotik dan obat flu.

Seperti dikatakan Lamsi, salah seorang warga Kelurahan Muara Kelingi, ia mengaku kakinya sekarang gatal-gatal akibat terkena air kotor. “Kaki saya gatal-gatal setelah terendam air. Saya hanya mengoleskan salep saja agar cepat sembuh,” ujar Lamsi, yang tinggal sementara di bawah tenda, Senin (22/2).

Ia mengungkapkan, warga lainnya juga mengalami batuk-batuk karena cuaca yang tak menentu. Sedangkan rumahnya saat ini masih tenggelam dengan ketinggian air lebih kurang 4 meter.

Sama dikatakan Boy, warga Desa Pulau Panggung, Kecamatan Muara Kelingi, yang mengalami batuk-batuk dan bagian tubuh merasa gatal karena terkena kuman. “Kebanyakan warga mulai terkena penyakit batuk-batuk, dan juga gatal-gatal. Mungkin disebabkan air kotor hingga membuat daya tahan tubuh kami mulai lemah,” kata Boy, kemarin. Ia menambahkan selain mengalami sakit batuk, warga yang lain juga merasa tubuh mereka kurang fit.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, dr Efrisyaifullah, pimpinan Puskesmas Muara Kelingi mengatakan, pihaknya sudah menerjunkan lima tim medis ke rumah penduduk untuk mengecek kesehatan warga. “Kami sudah menurunkan lima petugas medis ke rumah warga di Kelurahan Muara Keling. Dan hasil sementara memang penyakit ISPA dan gatal-gatal sekarang banyak dialami warga,” kata Efrisyaifullah, kemarin.

Pihaknya sekarang ini hanya mengkhawatirkan penyakit pasca air surut nanti, karena biasanya penyakit menyerang warga banyak muncul, misalnya, diare hingga gatal-gatal. “Sampai hari ini baru lima orang yang datang berobat ke Puskesmas, dan mereka ini mengeluhkan batuk serta gatal di bagian tubuhnya. Kami memberikan antibiotik untuk mereka agar cepat sembuh,” papar Efrisyaifullah.

Dari data yang dihimpun Puskesmas diketahui ada 90 kasus penyakit dialami masyarakat saat banjir sekarang ini. Kasus penyakit ini merata, mulai dari ISPA, diare, hingga gatal-gatal.

Ditambahkan Gustini, staf medis Puskesmas Muara Kelingi, selama empat hari terakhir ini penyakit ISPA, gatal-gatal dan diare tergolong tinggi dialami warga. “Penyakit itu memang banyak dialami warga tetapi kami sudah melakukan antisipasi dengan memberikan salep juga antibiotik pada mereka,” jelas Gustini menyebutkan, di Desa Pulau Panggung ada 20 orang terkena penyakit kulit, lalu Desa Bingin Jungut ada 15 orang yang terkena penyakit kulit menyerang bagian kaki mereka.

Sedangkan Kabid Pengendalian Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Mura, Yanuar Saleh mengatakan, penyakit diderita korban banjir sekarang ini berupa diare, ISPA, dan gatal-gatal di bagian tubuh. “Penyakit yang diderita masyarakat saat banjir ini kebanyakan ISPA, diare, dan gatal-gatal, tapi kami sudah mengantisipasi dengan pemberian obat-obatan kepada warga melalui petugas Puskesmas,” jelas Yanuar Saleh.
Soal stok obat-obatan untuk Puskesmas sudah didrop Dinkes Mura, setelah terjadi banjir pada hari pertama. “Kami sudah menyalurkan obat-obatan ke posko bencana yang ada di Kecamatan Muara Kelingi serta Puskesmas. Kebanyakan yang kami beri adalah antibiotik, juga oralit yang langsung didrop ke sana,” kata Kepala UPTD Instalansi Farmasi Dinkes Mura, Sulaiman, kemarin.

Pihaknya menjamin stok obat-obatan tersebut aman dan dapat diberikan kepada masyarakat yang memang membutuhkannya. “Bantuan obat-obatan ini sifatnya sementara, karena kami akan menyalurkan obat-obatan kembali ke setiap Puskesmas yang memerlukan,” tambah Sulaiman.(06/11)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget