SDA Mura Belum Tereksplor Maksimal
Polemik seputar Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan Kabupaten Musi Rawas (Mura) tidak mengurungkan niat Wakil Bupati Mura, Hj Ratnawati Ibnu Amin, untuk mencalonkan diri sebagai kandidat bakal calon (Balon) bupati Mura. Berbagai persiapan telah dilakukan, mulai menggalang dukungan parpol, hingga menyusun visi dan misi yang jitu untuk pembangunan Kabupaten Mura lima tahun kedepan.
Mardiah, Lubuklinggau
SUHU politik di kabupaten berslogan ‘Lan Serasan Sekentenan’ secara bertahap naik. Satu demi satu kandidat balon terang-terangan menyatakan sikap untuk bertarung pada pesta demokrasi lima tahunan yang bakal dihelat, Sabtu (5/6) mendatang. Visi dan misi untuk membangun Kabupaten Mura, jadi isu strategis hampir setiap kandidat balon bupati dan wakil bupati Mura.
Meski secara pasti Hj Ratnawati Ibnu Amin sudah dapat dukungan dari 15 parpol tergabung dalam koalisi Silampari, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Mura tersebut masih tetap menjalin komunikasi dengan parpol lain. Meski secara tersirat Ketua BNK Kabupaten Mura pernah menyatakan bakal diusung dari partai berlambang benteng moncong putih.
“Kalau saya melakukan penjajakan dan mengambil formulir di berbagai parpol baik PAN, PKPB, PBR, Barnas, dan Gerindra hingga Demokrat hal itu tidak lain untuk membangun koalisi. Semakin banyak parpol diajak untuk berjuang akan semakin baik hasilnya, sehingga apa yang diinginkan parpol pengusung bisa tercapai,” tegasnya.
Dibincangi usai presentasi visi misi di DPD PAN Kabupaten Mura, Ratnawati menambahkan, beberapa hal urgen disampaikannya saat paparan. Mulai dari bagaimana memprioritaskan program yang mengedepankan kepentingan masyarakat banyak, infrastruktur pedesaan, pelayanan birokrat, kesiapan kelembagaan dalam birokrasi hingga berapa plafon anggaran untuk program yang membela kepentingan rakyat.
“Pemimpin Mura kedepan harus bisa meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) agar punya daya saing. Yang jelas pembangunan infrastruktur dan pemerataannya tidak akan dirasakan masyarakat, bila masyarakat tidak dilibatkan dalam pembangunan. Harus ada keseimbangan program pro rakyat dengan kebijakan pemerintah,” jelasnya.
Saat ini berbagai Sumber Daya Alam (SDA) di Kabupaten Mura, belum tereksplor secara maksimal. Bahkan potensi air yang melimpah tidak dimanfaatkan pemerintah daerah untuk membangun PLTA.
“Kabupaten Ulu Rawas, SDA sangat melimpah namun tidak tergarap maksimal, Padahal bila karakteristik masing-masing wilayah diberdayakan ditopang dengan infrastruktur memadai, saya optimis Mura akan jauh lebih maju,” tambahnya.
Ratna menambahkan, kalau saat ini 15 parpol tergabung dalam koalisi Silampari yang mendukung dirinya sudah diakta notariskan secara legal. Namun koalisi besar masih terus dibicarakan di tingkat DPP. “Masalah koalisi saya tidak bisa putuskan sendiri, karena harus dibahas di tingkat DPP. Begitu pula masalah pasangan,” jelasnya.
Menyikapi soal rumor kalau Ratnawati akan menggandeng putra daerah dari Rawas (Muratara, red) yakni Fauzi H Amro yang menjabat sebagai Ketua DPW PBR Sumsel, hal itu bisa terjadi. Namun keputusan final ada di partai pengusung.
“Bisa-bisa saja terjadi, tetapi saya tidak bisa tetapkan keputusan itu sendiri. Sebab, untuk membuat kebijakan kita harus libatkan orang lain agar hasilnya baik. Karena tim tidak akan solid kalau kita tidak libatkan orang lain untuk berperan serta. Kerja partai bukan hal mudah, karena untuk mengusung calon masing-masing parpol punya kepentingan agar kandidat yang diusung bisa menang,” pungkasnya (*)





0 komentar