Image Hosting
Image Hosting


MUARA KELINGI-Wakil Bupati (Wabup) Mura Hj Ratnawati Ibnu Amin menegaskan, Pemkab Mura melalui Dinas Sosial sudah mengambil tindakan untuk membantu korban bencana banjir di kecamatan.
Pernyataan Wabup ini menepis isu yang berkembang di masyarakat bahwa Pemkab Mura kurang merespon korban bencana banjir, yang terjadi di tiga kecamatan akibat luapan Sungai Musi.

“Kami sudah membantu korban banjir dengan mengirimkan bantuan sejak Sabtu (20/2). Sekarang saya hanya melakukan monitor distribusi bantuan apakah sudah sampai ke tempat sasaran atau tidak. Dan yang penting kami akan memantau tempat yang paling parah terkena banjir,” kata Wabup saat melihat korban banjir di Kelurahan Muara Kelingi, Senin (22/2).

Saat itu Wabup didampingi Dandim 0406 Mura Letkol Inf Suryana, Kapolres Mura Heri Nixon’s, Asisten II Raidusyahri, Asisten III Sulaiman Kohar, Kepala Dinas (Kadinsos) Mura Hj Maimunah, Kadishub Kominfo Ari Narsa, Kabag Humas Suryadi NZ, Kabag Ekonomi Kgs Effendi Feri, Kepala BKB Jemain, dan pejabat lainnya.

Wabup menyebutkan, sekarang pihak Pemkab Mura melakukan antisipasi penanganan korban banjir. Serta menyediakan logistik untuk masyarakat yang terkena banjir. Kemudian melakukan rehab pasca banjir dialami para warga
termasuk pertanian, peternakan, dan penyakit pasca banjir,” papar Ratnawati, kemarin. Ia menyebutkan Pemkab sekarang sedang mengupayakan air minum yang layak dibutuhkan masyarakat terkena bencana banjir.

Saat kunjungan, kemarin, Wabup didampingi Dandim 0406 Mura, Letkol Inf Suryana juga para pejabat teras Pemkab memulai perjalanan dari depan SPBU Muara Kelingi, yang jalannya sudah tergenang air. Setelah itu Wabup dan Dandim didampingi staf sempat naik ketek menuju ke seberang jalan, dan melanjutkan dengan naik mobil menuju ke Posko Bencana di Kelurahan Muara Kelingi. Di sini bantuan berupa mie instan, beras, hingga obat-obatan diserahkan untuk kemudian disalurkan kepada korban banjir.

Kadinsos Mura, Hj Maimunah menyatakan, pihaknya sudah mendirikan dapur umum di sejumlah lokasi banjir, misalnya, di Muara Kelingi, Muara Lakitan, dan BTS Ulu. “Tidak benar jika kami tidak peduli dengan korban banjir karena sejak Sabtu lalu, kami sudah turun ke lapangan dengan memberikan bantuan pada korban banjir. Kami juga sudah menyiapkan dua unit perahu Dholphin untuk melihat korban banjir dan mengirimkan bantuan,” tambah Maimunah sambil menyebutkan tim Tagana juga diterjunkan 44 orang.

Lantas bagaimana dengan jaringan listrik di kawasan banjir? Kadistamben Kabupaten Mura, Zainal Ariffin menjelaskan, pihaknya belum dapat memastikan kerusakan jaringan listrik karena itu menjadi kewenangan dari PLN. “Kami sudah menerjunkan tim ke lapangan dan mendapatkan satu tiang listrik longsor. Kalau untuk penyaluran api listrik itu menjadi kewenangan PLN,” kata Zainal Ariffin.

Kerugian Dialami Warga
Sementara itu Koordinator tim Taruna Siaga Bencana (Tagana) pada Dinas Sosial Kabupaten Mura, Evan Saepani menjelaskan, hingga hari ketiga bencana banjir yang menimpa tiga kecamatan di daerah itu jumlah rumah yang terendam banjir mencapai 6.018 rumah, diantaranya di Kecamatan Muara Lakitan merendam 4.000 rumah, Muara Kelingi sebanyak 1.718 rumah dan Kecamatan BTS Ulu sebanyak 300 rumah.
Akibat banjir ini juga mengakibatkan empat rumah di BTS Ulu hanyut terseret arus banjir, ribuan hektare areal pertanian dan perkebunan mengalami gagal panen dan kerusakan, serta ratusan ternak mati. Ditambah kerusakan sarana infrastruktur jalan maupun sarana umum lainnya mengalami kerusakan.

Hingga sejauh ini belum ada laporan korban jiwa, namun kerugian akibat banjir diperkirakan mencapai miliaran rupiah. Sedangkan bantuan bahan makanan dan obat-obatan yang dikrimkan pihak Pemprov Sumsel, sejak Sabtu (20/2) lalu hingga saat ini belum sampai ke daerah itu akibat terjebak banjir, dan untuk bantuan dari pemkab setempat saat ini masih dalam pendataan jumlah warga yang menjadi korban dan akan disalurkan ke masing-masing posko guna didistribusikan ke masing-masing desa.

Taufik (29), warga Desa Pangkalan Tarum, Kecamatan BTS Ulu, sangat menyayangkan lambannya pemberian bantuan yang dilakukan Pemkab setempat, mengingat warga di desanya saat ini sudah tidak memiliki stok persediaan bahan makanan.

Untuk itu dia mengharapkan bantuan yang akan diberikan Pemkab Mura agar segera disalurkan ke masyarakat, sehingga dapat membantu warga yang tertimpa bencana.

Sekolah Ditutup
Akibat banjir yang menenggelamkan ribuan rumah di Kecamatan Muara Kelingi ternyata berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sejumlah sekolah. Pasalnya, sejumlah sekolah terpaksa ditutup karena terendam banjir.
Kendati demikian, proses belajar mengajar dialihkan ke berbagai tempat meliputi rumah Kepala Desa (Kades) dan beberapa rumah warga yang tidak terkena banjir.
“Untuk sementara ini, proses belajar mengajar terpaksa kami pindahkan ke rumah. Kalau hal tersebut dilakukan kami khawatir persiapan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang berlangsung dalam waktu dekat akan terganggu,” ucap Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kabupaten Mura, Edi Iswanto, melalui Sekretaris, Mawardi, kepada Linggau Pos, kemarin (22/2).
Mengenai jumlah sekolah yang ditutup sementara, dirinya tidak bisa memastikan karena belum mendapatkan laporan dari pihak kecamatan. “Kami belum mendapat laporan mengenai jumlah sekolah yang ditutup sementara. Yang jelas tadi (kemarin, red) Kadisdik telah melakukan tinjauan langsung ke lapangan. Kalau mau jelas tanyakan pada Kadisdik,” saran Mawardi. (06/11/05)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget