*Pejabat Malas akan Dicopot
LUBUKLINGGAU-Isu mutasi pejabat di lingkungan Pemkot kembali menguat. Kabarnya, akan terjadi mutasi itu muncul setelah Walikota Lubulinggau, Riduan Effendi melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah kantor.
Sebab, hasil sidak tersebut sangat mengecewakan walikota. Dari tiga kantor satuan kerja (Satker) yang disidak, walikota mendapati kantor masih sepi hanya segelintir pegawai yang sudah datang. Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun wartawan koran ini di lapangan kantor yang disidak walikota, yakni Badan Diklat (Bandiklat), dan Puskesmas Sidorejo. Bahkan kantor Inspektorat pun disidak.
Saat dikonfirmasi wartawan koran ini, walikota membenarkan kalau dirinya sidak ke sejumlah kantor. Walikota mengatakan dirinya mencabut pernyataannya tentang tidak ada mutasi pejabat dalam waktu dekat yang sempat dilansir koran ini, beberapa pekan lalu. “Saya mencabut pernyataan itu. Karena dalam waktu dekat ada beberapa pejabat akan dicopot,” tegas walikota di kantor Bandiklat Kota Lubuklinggau, setelah membuka Diklat Guru dan Bimbingan Konseling, Senin (22/2).
Menurut walikota, dirinya sudah perintahkan kepada Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Lubuklinggau, Surnadi untuk menyiapkan pejabat pengganti dan menyiapkan pelantikan.
Walikota tidak membantah ketika wartawan menanyakan pejabat yang akan dimutasi merupakan hasil sidak dilakukan hari ini. “Ya, untuk apa mempertahankan orang malas. Bagaimana akan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat, kalau dirinya sendiri tidak disiplin. Sudah cukup rasanya selama ini saya membujuk-bujuk agar mereka rajin bekerja dan memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Sekarang saatnya untuk memberikan penindakan. Tunggu saja akan ada mutasi,” ungkapnya.
Walikota mengisyaratkan, dirinya akan terus melakukan sidak. Namun, tidak semuanya dilakukan walikota. “Saya sudah perintahkan Asisten I, Izhar Syafawi untuk melakukan sidak. Saya minta laporannya setiap hari. Yang kedapatan tidak masuk kantor bakal dimutasi,” sebut walikota. (02)





0 komentar