.jpg.jpg)
LUBUKLINGGAU-Mogoknya sopir Angkutan Desa (Angdes) jurusan Rupit yang sering mangkal di dekat Rumah Makan (RM) Simpang Raya, dekat SPBU dan Jalan Kenanga II, berdampak pada aktivitas guru yang bertugas di wilayah Rupit dan STL Ulu Terawas. Pantauan koran ini di lapangan, Senin (22/2), puluhan guru terlantar di pinggir jalan lantaran Angdes jurusan Rupit yang biasa mereka tumpangi tidak beroperasi. Akibatnya mereka tidak bisa menunaikan tugasnya.
Misra, salah seorang guru yang bertugas di SMA Negeri Terawas, mengaku sejak pukul 06.00 WIB dirinya menunggu Angdes yang biasa ditumpangi ketika menuju tempat tugasnya. Sialnya, hingga pukul 07.15 WIB tak satu pun Angdes yang lewat melintasi Jalan Soekarno Hatta, padahal pukul 07.30 WIB dirinya harus sudah berada di sekolah.
“Hari ini tidak seperti biasanya para sopir Angdes tidak beroperasi, menurut informasi mereka akan melakukan unjukrasa karena takut mobil mereka ditangkap akibat pengaktifan Terminal Petanang. Tentunya ini sangat merugikan kami, untuk itu kami berharap Pemkab Mura dan Pemkot Lubuklinggau dapat mencari solusi yang tepat terkait permasalahan ini,” ungkap Misra yang tengah menunggu angkutan di pinggiran Jalan Soekarno Hatta kepada Linggau Pos, Senin (22/2).
Misra menambahkan, kalau kondisi ini terjadi terus menerus maka dia khawatir Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di SMAN Terawas akan terganggu. Padahal, dalam waktu dekat siswa-siswinya akan melaksanakan Ujian Nasional (UN) dan ini merupakan tanggung jawab mereka sebagai tenaga pendidik.
“Mohon kepada pemerintah untuk mencari solusi, karena kami ini sebagai pendidik yang bertugas mencerdaskan kehidupan bangsa. Kalau keadaannya seperti ini terus bagaimana kami bisa mewujudkan hal tersebut. Apalagi menurut informasi sopir Angdes akan mogok selama tiga hari,” pungkasnya.(05)





0 komentar