MUSI RAWAS-Tim Pengawasan Batas Daerah Menteri Dalam Negeri (TPBD Mendagri) akan melakukan pengecekan tapal batas yang disengketakan Kabupaten Musi Rawas (Mura) dan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Kepastian ini berdasarkan telegram yang dikirim Sekjen Mendagri, Diah Angraini, ke Pemkab Mura, Jumat (29/1).
Rencananya, TPBD akan melakukan peninjauan kelokasi, Rabu (10/2) hingga Jumat (12/2) yang disengketakan kedua kabupaten, yakni patok 6 hingga 10. “ Dalam telegram Mendagri tersebut meminta utusan dari Pemkab Mura, untuk mendampingi tim ini saat turun kelokasi,” kata Asisten I Bidang Pemerintahan, Anuar Rasid, ketika rapat pembahasan persiapan penyambutan kedatangan TPBD di Opp Room Pemkab Mura, Rabu (3/2).
Menurut Anuar Rasid, rapat yang dilakukan ini menetapkan ketua tim penyelesaian Suban IV yang sudah ada, untuk mendampingi TPBD Mendagri sebagai utusan dari Kabupaten Mura. Berdasarkan keputusan rapat, tim penyelesaian sengketa Suban IV ini Kepala Dinas Kehutanan Kabupaten Mura, yang nantinya akan menjadi ketua tim dan melaksanakan tugasnya untuk mempertahankan Suban IV, sesuai peta topografi dikeluarkan TNI AD pada 1976.
Sementara itu, Kadis Tamben Kabupaten Mura, Zainal Arifin yang juga termasuk dalam tim Suban IV dalam rapat mengungkapkan, selama ini tim sosialisasi belum berjalan maksimal. Karena dari program yang diusulkan masyarakat baru dilaksanakan pemasangan jaringan listrik dan pembagian KTP gratis.
Sementara program lainnya belum berjalan maksimal. Hal ini membuat bupati Mura kecewa dengan kinerja tim Suban IV. “Bupati kecewa atas ketidakjelasan penyelesaian yang dilakukan tim Suban IV,” kata Zainal.
Sementara itu, Kabag Tapem Setda Mura, Ali Sadikin dalam kesempatan itu menuturkan beberapa hari lalu tim penelusuran tapal batas sudah turun dan baru kembali Selasa (2/2). Hasil dari tim penelusuran ini akan digunakan pada saat TPBD pusat berkunjung ke Suban IV.
Sedangkan Camat Rawas Ilir, A Zukarnain menuturkan, saat ini kondisi jalan menuju lokasi Suban IV sulit dilalui karena jalan menuju ke situ hancur akibat kendaraan perusahaan pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut. “Untuk menuju lokasi suban IV terpaksa harus menggunakan jasa ojek, karena kendaraan tidak dapat masuk ke wilayah tersebut,” jelasnya.(11)





0 komentar