Image Hosting
Image Hosting

Tim Teknis Temukan Sumur Migas Baru

Rabu, 10 Februari 2010

*Investigasi Tapal Batas

MUSI RAWAS- Tim teknis Musi Rawas (Mura) yang melakukan investigasi ke lokasi Sumur Suban IV, mengecek lokasi patok tapal batas yang disengketakan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menemukan sumur migas yang baru. Posisi sumur baru itu posisinya berada di wilayah Kabupaten Mura.

“Sumur Migas baru yang dikelola Conoco Philiph terletak berdekatan dengan Suban IV yakni Suban Barat C1 dan C2,” kata Kabag Tapem Setda Mura, Ali Sadikin, kepada Linggau Pos, Selasa, (9/2).

Dilanjutkan Ali Sadikin, berdasarkan hasil tim investigasi tersebut juga menemukan suban 10, 11 dan Durian Mabuk masuk dalam wilayah Kabupaten Mura di Desa Pauh dan Desa Air Bening terletak di Patok 6 hingga 10 yang disengketakan.

Berdasarkan temuan tim ini juga sebagai bahan bagi tim Mura akan bertemu dengan tim Mendagri. Dan juga Provisi Sumsel serta Kabupaten Muba yang akan berkunjung kelokasi pada Kamis (11/2).

Tim pengesahan tapal batas Depdagri, Rabu (10/2), tiba di Palembang langsung menuju lokasi di Desa Pauh, yang nantinya akan didampingi tim Sumsel serta tim dari Muba dan Mura.

Menurut Ali Sadikin, hasil dari investigasi tim Depdagri nanti diharapkan dapat segera menyelesaikan sengketa tapal batas antara Kabupaten Mura dan Muba.
Namun apapun hasil investigasi tersebut pemerintah Kabupaten Muba akan
tetap mempertahankan Suban 1V dan tapal batas yang sudah ditetapkan melalaui peta topografi TNI AD.

Hal ini dilakukan karena berdasarkan perjanjian yang dilakukan kedua kabupaten pada 20 Maret 2002, dalam berita acara penetapan Permendagri 63 berdasarkan tinjauan di lapangan dan juga ditandatangani Dirjen BAKD, dirjen PUM, Dirjen Migas, dan topografi angkatan darat. Serta pihak Provinsi Sumsel juga Kabupaten Muba dan Mura menetapkan suban IV masuk wilayah Kabupaten Mura dan Suban V masuk Kabupaten Muba.

Sementara itu, Camat Rawas Ilir, A Zulkarnain menuturkan, adanya masalah tapal batas masyarakat Desa Pauh dan Air Bening yang wilayahnya disengketakan menjadi resah. Mereka bertekad mempertahankan wilayah tersebut tetap dalam wilayah Kabupaten Mura.

“Saat ini sudah banyak spanduk dukungan yang dipasang masyarakat yang menyatakan menolak dimasukkan dalam wilayah Muba,” kata Zulkarnain. (11)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget