Image Hosting
Image Hosting

Mahasiswi Tewas Gantung Diri

Rabu, 10 Februari 2010

LUBUKLINGGAU-Seorang gadis berinisial Ay (18), warga RT 3 No. B57 komplek Perumahan Graha Silampari, Kelurahan Simpang Periuk, Kecamatan Lubuklinggau Selatan II, Selasa (9/2) sekitar pukul 10.00 WIB, tewas gantung diri.

Wanita yang berstatus mahasiswi semester II jurusan Matematika di salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Lubuklinggau ditemukan Amrin (orang tuanya), sudah tergantung dengan leher kain batik panjang disambung seutas tali. Dan posisinya jongkok di ruang makan.

Dugaan sementara, motif bunuh diri itu karena korban takut dilaporkan mantan pacarnya-belum diketahui namanya-ke orang tua mengenai hubungannya yang bolak-balik putus, dan telah berpacaran lagi dengan orang lain.

Informasi dihimpun wartawan koran ini di lapangan, kemarin, menceritakan, sebelumnya Ay sempat mencetak berkas tugas dari kampus dengan menggunakan printer. Sedangkan orang tuanya pergi bekerja di kantor masing-masing. Entah apa dibenak Ay sehingga mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri.

Sementara orang tuanya, Amrin yang menuju ke Pengadilan Negeri (PN) Lubuklinggau mengendarai motor mendadak berhenti di pertengahan jalan, dan teringat Handphone (Hp) tertinggal di rumah. Spontan ia balik arah dan pulang ke rumah.

Setiba di rumah, Amrin langsung masuk untuk mengambil Hp Kaget dan berteriak histeris sambil memeluk Ay yang tergantung di ruang makan. Jeritan itu didengar AA Yusuf, pelaksana Ketua RT 3 dan warga sekitar TKP. Warga mendengar teriakan Amrin langsung berhamburan mendekat.

Dengan sigap, AA Yusuf mengambil gunting yang terletak di meja, lalu memotong seutas tali hingga Ay bisa diturunkan. Tidak lama kemudian, anggota Polsek Lubuklinggau Selatan dan anggota Pospol Lubuklinggau Selatan II tiba kelokasi kejadian untuk olah TKP.
Selanjutnya membawa AY ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Aisyah Lubuklinggau untuk divisum.
Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kapolsek Lubuklinggau Selatan, Iptu Sukirman didampingi Kanit Reskrim, Aiptu Suroso kepada wartawan koran ini membenarkan peristiwa tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan dan memeriksa saksi-saksi. Dugaan sementara, motifnya karena korban takut diketahui orang tuanya berpacaran lagi,” jelasnya.

Hasil visum et Repertum RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau ditemukan di bagian leher korban mengalami luka gegas (jeratan) dan (maaf) keluar kotoran (tai) dari anus. (14/10)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget