*Kerugian Mencapai Miliaran Rupiah
ULU RAWAS-Puluhan kilometer jaringan listrik ditempat peristirahatan Rawas River Lodge berada di kaki bukit batu Desa Napalicin, Kecamatan Ulu Rawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) raib. Bahkan kabel induk jaringan bawah tanah tidak ada yang tersisa.
Pemilik Rawas River Lodge atau Kubu Lodgeo, Astuti Karya Dewi, menerangkan pencurian jaringan listrik tersebut sudah lama berlangsung. “Sekitar 2005 hingga 2006 pencurinya sudah tertangkap. Namun, hingga saat ini tidak terungkap siapa penadah kabel induk jaringan listrik yang dicuri itu,” katanya.
Lebih lanjut istri Mr Johan Tedo mengatakan, kini aksi pencurian di kompleks Rawas River Lodge atau yang lebih dikenal Cottage makin marak. Bukan hanya jaringan induk saja yang dicuri, kabel instalasi di kompleks Cottage terdapat 18 bangunan habis disikat pencuri. “Bahkan perabotan yang ada di dalam Cottage pun diembat. Perabotan dimaksud adalah kursi, tempat tidur, lemari dan pipa air conditonir (AC) yang terbuat dari tembaga juga dipereteli. Menurut saya ini bukan lagi pencurian, tapi semacam penjarahan,” sebutnya.
Namun Dewi, panggilan akrab Astuti Karya Dewi mengatakan, beberapa kilometer kabel induk jaringan bawah tanah hilang dicuri. Jadi, total kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah. “Kalau dihitung, barang yang hilang berdasarkan harga sekarang kerugian ditaksir mencapai miliaran rupiah,” ungkapnya.
Hampir semua sarana dan prasarana di Rawas River Lodge hilang, yang tersisa hanya bangunannya saja. “Hal ini manjadi persoalan sehingga kami tidak bisa mengoperasikan kembali Cottage itu. Baru-baru ini Pemkab Mura ingin meminjam Cottage untuk tempat penyelenggaraan kegiatan. Saya katakan sarana dan prasana di kotik itu habis dicuri orang,” terangnya.
Sebagaimana diketahui, objek wisata Gua Napalicin sempat menjadi primadona bagi wisatawan asing antara kurun waktu 1992 hingga 1998, atau sejak didirikan tempat peristirahatan Kubu Lodge. Perkembangan sektor pariwisata di Kabupaten Mura saat itu sangat menjanjikan setidaknya dalam kurun 1992-1998, ribuan turis berkunjung ke daerah ini. Bahkan, Kecamatan Ulu Rawas dan Rawas Ulu menjadi kawasan wisata kedua setelah Bali.
Seiring terjadinya krisis ekonomi (krisis moneter) yang dilanjutkan dengan era reformasi pertengahan tahun 1998, minat para turis untuk berlibur ke Mura menurun drastis. Bahkan sejak 2000, sektor pariwisata lumpuh, wisatawan manca negara khususnya dari Eropa yang berkunjung jumlahnya mengalami penurunan.(02)





0 komentar