*Melihat Sedekah Rami di Desa Tambangan
Bismillahhirohmanirrohim, Assalamualaikum, Kemenyan Lor Putih, Kedupan Jangkung Olong, Ladeng Kresa. Inilah mantra diucapkan Nurisah (76), Ketua Desa Tambangan yang dipercaya masyarakat untuk memanggil roh sesepuh masyarakat Desa Tambangan. Berikut laporannya.
Irhandi Kasmara
Nurisah menuturkan mantra yang diucapkannya ini untuk memanggil para arwah sesepuh desa yang bersemayam di lautan luas dan di puncak gunung atas ridha Allah SWT, supaya dapat melindungi Desa Tambangan yang saat ini sedang banyak tertimpa musibah. Dan diharapkan dengan sedekah rami yang menyajikan beragam makanan dari masyarakat dapat menambah berkah serta rizki yang melimpah serta rahmat dari Allah SWT.
Kegusaran masyarakat Desa Tambangan ini dengan datangnya harimau jadi-jadiaan yang memangsa beberapa kambing milik warga, serta ternak lainnya. Bahkan pada malam hari sering terdengar suara rintihan serta tangisan mahluk halus yang sejak sepuluh tahun yang lalu tidak pernah terjadi.
Sedekah rami ini dalam pelaksanaannya dilakukan masyarakat seluruh kampung, dengan membawa sesaji beberupa nasi lemak, makanan dari ketan, nasi mukut, ketupat, apam, sarabi serta makanan lainya sesuai kemampuan penduduk.
Adapun rangkaiannya adalah masyarakat berkumpul di lapangan dengan membawa sesajian menggunakan nampan. Kemudian proses sedekah rami diadakan dengan nyerap kemenyan sembari mengucapkan mantra untuk memanggil arwah leluhur yang kemudian seluruh sesajian dimakan secara bersama-sama.
Menurut masyarakat setempat, adanya kejadian yang meresahkan karena kemarahan dari arwah nenek moyang, karena Desa Tambangan dianggap sudah kotor atas ulah masyarakatnya yang saat ini tidak lagi peduli dengan adat istiadat dan sopan santun.
“Puyang dang buas tula ken ade hadekah rami kak (leluhur sedang marah, maka diadakan sedekah untuk membersihkan kampung),” kata Ami, warga Desa Tambangan.
Dikisahkannya, masyarakat Desa Tambangan memang sudah sejak lama tidak melakukan sedekah rami, yang biasa dilakukan setiap tahun. Sejak 1997 lalu baru kali ini diadakan lagi.
Selain itu, Huston tokoh agama Desa Tambangan menuturkan, sedekah rami ini merupakan wujud kebersaman antara warga yang selama ini telah hilang. Dengan adanya sedekah rami yang dilaksanakan oleh masyarakat seluruh kampung yang ada di Desa Tambangan dapat menumbuhkan kembali rasa kebersamaan dan gotong royong.
“Kegiatan ini tidak bertentangan dengan syariat Islam, karena didalam agama Islam menganjurkan umatnya untuk mempererat tali silahturrahmi dan dengan berkumpulnya masyarakat dengan makan makanan yang dibawa untuk dimakan bersama ini merupakan upaya untuk mempererat tali silaturrahmi,” katanya.
Tujuan dari sedekah rami ini untuk menghidupkan dan melestarikan adat yang banyak menyimpan. Intinya kegiatan ini mengajak masyarakat untuk hidup rukun dan damai.
Sementara itu Bupati Musi Rawas (Mura) Ridwan Mukti, mengatakan Pemkab Mura sangat mendukung apa yang dilakukan warga masyarakat Desa Tambangan ini. Karena kegiatan ini bertujuan untuk melestarikan adat istiadat yang telah ditenggal leluhur.
“Kegiatan ini hendakanya perlu dilestarikan dan dipertahankan oleh generasi muda, karena dapat mempererat tali silaturrahmi yang saat ini sudah hampir luntur,” katanya.
Ia menambahkan, adat istiadat yang terinspirasi dari agama Islam, memang diajarkan oleh Rasullulah SAW agar umat manusia selalu hidup berdampingan dan mempererat tali silaturrahmi.(*)





0 komentar