LUBUKLINGGAU-Mengingat tingginya volume kerja yang dimiliki Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Lubuklinggau, membuat Disdik Kota Lubuklinggau harus memiliki gedung tambahan.
Pihak Disdik berencana meminjam gedung eks Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Musi Rawas (Mura), yang kebetulan lokasinya berada di samping kantor Disdik Kota Lubuklinggau, hingga Disdik memiliki gedung baru.
Rencana itu dikatakan Kadisdik Kota Lubuklinggau, Septiana Zuraida kepada wartawan koran ini usai melakukan rapat pembahasan pembagian tunjangan tambahan guru berlangsung di Op Room Dayang Torek, kantor Walikota Lubuklinggau, Senin (1/2).
“Tadi (kemarin, red) kami sudah menghadap bupati Mura dan wakil ketua I DPRD Kabupaten Mura, dan alhamdulillah mereka menyetujui peminjaman tersebut. Kendati demikian, kami juga telah menyerahkan surat kepada asisten II Setda Pemkab Mura melalui asisten II Setda Kota Lubuklinggau,” terang wanita yang akrab disapa Ny Anna Riduan.
Ditambahkan Ny Anna, saat ini Disdik tengah mempersiapkan pembangunan gedung baru Disdik terletak di Kelurahan Petanang Kecamatan Lubuklinggau Utara I. Pembangunannya sendiri melalui program multi years Pemkot Lubuklinggau.
“Kami menilai saat ini gedung yang dimiliki Disdik sudah tidak layak menampung 125 pegawai. Mudah-mudahan saja keinginan seluruh pegawai untuk memiliki gedung yang lebih layak dapat terkabul. Apabila ini terwujud, maka kantor itu akan dipergunakan untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pelayanan Disdik, serta akan dijadikan tempat salat,” jelasnya.
Terkait pertanyaan sejumlah guru mengenai tunjangan tambahan senilai Rp 250 ribu per bulan yang dijanjikan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) beberapa waktu lalu, Ny Anna menjelaskan, saat ini Disdik tengah mengusahakan pencairan dana tersebut. Untuk itu, dia mengimbau kepada seluruh guru untuk bersabar.
“Tunjangan tambahan untuk guru memang harus dibayarkan, tetapi karena keterlambatan dari pusat memasukkan dana ke kas daerah, maka hal itu belum bisa dilaksanakan. Sebab, 29 Desember 2009 lalu pemerintah baru memasukkan dana ke kas daerah. Sedangkan, pada saat itu daerah sudah tidak memasukkan maupun melakukan pengeluaran. Apabila itu tetap dilakukan maka akan menjadi masalah oleh BPK,” pungkas Ny Anna.
Mengenai persiapan Ujian Nasional (UN) yang akan dilaksanakan pertengahan Maret 2010 mendatang, Ny Anna mengimbau kepada seluruh sekolah untuk meningkatkan kegiatan belajar mengajar di kelas guna mencapai hasil yang diharapkan.
“Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara pihak sekolah harus bekerja sama dengan lembaga pendidikan yang berkompeten untuk mendongkrak lulusan nanti,” pungkas Ny Anna.(05)





0 komentar