MUSI RAWAS-Pegawai di lingkungan Pemkab Musi Rawas (Mura), Sabtu (6/2) sekitar pukul 11.27 WIB heboh. Pasalnya, kantor Bupati Mura di Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I itu nyaris terbakar lagi karena kabel jaringan listrik berada di belakang kantor itu mengeluarkan percikan api.
Pegawai berhamburan keluar ruangan. “Api! Api! Cepat padamkan apinya!” pekik pegawai ibu-ibu nampak histeris. Para pegawai nampak trauma karena sebelumnya pada 22 November 2009, kantor Bupati terbakar hingga menghanguskan sejumlah ruangan di lantai I dan II. Kejadian ini tentu membekas di hati para pegawai yang ngantor di sana.
Salah seorang anggota Pol PP Mura, Ali Pitan mengatakan, ia yang pertama kali melihat percikan api di atas gedung tersebut. Setelah itu barulah pegawai datang melihat keluar ruangan untuk melihat api yang mulai membesar. “Api itu semula kecil tetapi lama kelamaan agak membesar. Saya yang pertama kali melihat ada api di sana,” ucap Ali Pitan menunjuk kearah pusat api.
Untungnya api cepat dipadamkan pegawai dengan terlebih dulu memutuskan arus listrik melalui stop kontak. Setelah itu pegawai juga menyiramkan air ke jaringan kabel yang letaknya cukup tinggi. Api pun padam. Sehingga pegawai mesti menyiram air dengan menggunakan gayung kearah atas bangunan. Api diduga berasal dari jaringan PLN yang berdekatan dengan jaringan listrik milik Pemkab Mura yang terpasang tak beraturan di atas bangunan. Tak lama kemudian petugas PBK lengkap dengan selang air menyiram kearah jaringan kabel, hingga api benar-benar padam.
Sekda Mura, H Senen Singadilaga yang berada di lokasi kejadian kepada koran ini, menyayangkan sekali banyaknya kabel yang tak beraturan di atas bangunan. Sehingga mengakibatkan muncul api. “Api itu muncul karena banyaknya kabel hingga bisa saja menyebabkan kebakaran,” ujar Sekda. Ia minta agar pegawai memperhatikan jaringan kabel di seputar kantor Bupati yang sebelumnya pernah terbakar.
Sedangkan Kabag Hukum Setda Mura, Nawawi menyatakan, ada baiknya kabel jaringan itu mesti dicek ulang agar tidak terjadi hal diinginkan misalnya kebakaran. “Jaringan listrik harus diperiksa dengan seksama agar tidak terjadi hal-hal tak diinginkan. Kabel itu mesti ditinjau kembali agar tidak terjadi kebakaran,” ujar Nawawi.
Setelah api padam, maka petugas Pemkab Mura melakukan pemeriksaan di sekitar kabel tersebut agar tidak terjadi percikan api seperti sebelumnya, serta minta kepada petugas PLN agar memeriksa jaringan listrik. (06)





0 komentar