*Alasan Sambas Mencalonkan Diri pada Pemilukada
Roda pembangunan di Kabupaten Musi Rawas (Mura) dari tahun ke tahun terus menggeliat dengan pesat. Kendati begitu percepatan pembangunan di segala sektor terutama sektor unggulan harus terus dikedepankan. Berdasar dari keinginan itu membuat DR Hc Sambas berniat mencalonkan diri pada bursa Pemilihan Umum (Pemilu) Bupati dan Wakil Bupati Mura 2010-2015.
Mardiah, Lubuklinggau
SEBAGAI putra daerah, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Mura periode 1999-2002, Sambas merasa terpanggil untuk membangun Kabupaten Mura. Bentuk keseriusan tersebut disalurkan dengan ikut mencalonkan diri sebagai kandidat pada pesta demokrasi lima tahunan bakal dihelat Sabtu (5/6) mendatang.
“Selaku putra daerah saya merasa terpanggil untuk ikut serta ambil bagian pada Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mura dengan mencalonkan diri. Apalagi Kabupaten Mura membutuhkan sosok pemimpin yang bisa membangun Kabupaten Mura dari segala sektor, agar kedepan peningkatan di lima sektor bisa tercapai,” tegas Sambas, Senin (8/2).
Dari hasil pengamatan dilakukan pria yang mendapat tanda jasa dari American Global University mengungkapkan pembangunan di Kabupaten Mura sudah berkembang pesat. Namun percepatan pembangunan harus terus dilakukan keseluruh pelosok desa.
“Pemeratan pembangunan di seluruh pelosok desa harus mendapat perhatian serius, contoh kasus infrastruktur jalan harus merata. Karena dengan jalan itu maka kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dengan dibukanya akses jalan,” kata suami dari Farida Ayati.
Tetapi untuk mencapai semua itu, Sambas mengungkapkan, lima hal harus dipenuhi mulai dari peningkatan ekonomi rakyat, dan bisa ditempuh dengan pemerataan infrastruktur, pelayanan penerangan bagi masyarakat (listrik, red), peningkatan pelayanan kesehatan, peningkatan pendidikan hingga komunikasi.
“Kalau lima hal itu sudah bisa terpenuhi, maka tujuan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai. Tidak bisa dipungkiri kalau roda pembangunan di masa kepemimpinan Ridwan Mukti dan Ratnawati Ibnu Amin bagus, tetapi hal ini perlu tindak lanjut,” tambah Direktur CV Buana Sari ini.
Sambas sendiri sudah mengambil formulir Cabup dan Cawabup di beberapa parpol. Di Golkar, Sambas mengambil formulir Cawabup sedangkan di PAN, PBR, dan Gerindra Ketua DPD PAN Kota Lubuklinggau ini mengambil formulir Cabup Mura.
“Untuk membangun Kabupaten Mura tidak perlu harus menjadi bupati, bila niatnya baik menjadi wakil bupati sudah bisa membuat Mura maju di segala sektor,” jelas Sambas.
Selama menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Mura, berbagai langkah dilakukan Sambas untuk membawa Kabupaten Mura kearah perubahan. Namun niat tulus tersebut terputus saat Sambas hijrah ke Kota Lubuklinggau. Berdasar dari hal itulah mantan anggota DPRD Kota Lubuklinggau periode 2002-2004 dan 2004-2009 ingin mencalonkan diri. (*)





0 komentar