
*Camat dan Kades Diminta Tidak Pergi
MUSI RAWAS-Gubernur Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), Alex Noerdin mengingatkan warga agar mewaspadai penyakit pasca banjir seperti demam berdarah, diare, dan penyakit lainnya. Hal itu diungkapkannya saat melakukan kunjungan ke lokasi banjir di Kecamatan Muara Kelingi, Kabupaten Mura, Selasa (23/2).
“Saya berharap agar setiap Puskesmas dan Puskesdes dapat disiagakan. Jika ada warga yang terserang penyakit agar segera diobati. Saya jamin penyakit apapun saat melakukan pengobatan tidak akan dipungut biaya,” kata Alex.
Kedatangan Alex Noerdin sekaligus untuk memberikan bantuan dari Pemprov Sumsel kepada warga korban banjir di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Muara Kelingi, BTS Ulu Cecar, dan Muara Lakitan. Bantuan yang diberikan berupa beras 10 ton, sarden 75 dus, dan mie instan 50 dus. Kemudian 20 terpal, selimut 100 lembar, makanan bayi 150 dus, pakaian seragam untuk murid SD 100 lembar, baju kaos 100 lembar, peralatan mandi 50 paket, alat masak untuk posko 25 buah, serta uang tunai dari keluarganya Rp 30 juta.
“Saya minta pada korban untuk bersabar, tabah dan ikhlas serta tawakal dalam menerima cobaan ini. Mudah-mudahan banjir akan segera surut dan masyarakat bisa kembali melakukan aktivitas seperti biasa,” harapnya.
Gubernur juga mengimbau para pejabat di lingkungan Pemkab Mura serta camat dan kepala desa (Kades) untuk sementara tidak bepergian keluar daerah dan harus menetap di wilayah kerjanya masing-masing. Sehingga perkembangan dari musibah banjir tersebut dapat dipantau setiap saat. “Kalau ada kekurangan bantuan, secepatnya laporkan kepada kades atau camat, maka kami akan langsung menambah bantuan,”imbaunya.
Setelah memberikan bantuan secara simbolis, gubernur bersama pejabat Pemkab Mura seperti Bupati Mura, Ridwan Mukti, Wakil Bupati Ratnawati Ibnu Amin dan Wakil Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe, unsur Muspida Kabupate Mura dan Kota Lubuklinggau langsung memantau secara langsung kondisi perkampungan warga yang rumahnya terendam 3 hingga 4 meter.
“Dari hasil pengamatan usai melakukan kunjungan tadi, saya lihat banyak rumah warga yang bisa selamat dari genangan air lantaran kondisi bangunannya tinggi (panggung). Untuk itulah saya berharap agar Pemkab Mura mengeluarkan imbauan agar warga yang tinggal di bantaran sungai harus membangun rumah panggung,” imbau gubernur lagi.
Air Bersih
Bupati Ridwan Mukti juga melakukan kunjungan ke sejumlah desa di Muara Kelingi. Menurut bupati pihaknya akan terus menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena musibah, terutama air bersih.
“Hari ini (kemarin), kami telah menyalurkan air bersih dari PDAM Muara Beliti sebanyak 1000 liter dengan menggunakan mobil pemadam kebakaran. Air bersih merupakan salah satu kebutuhan warga yang utama saat ini, karena akibat banjir sumber air bersih sulit ditemukan,”ujarnya.
Sementara kalangan DPRD Kabupaten Mura menilai penanganan korban banjir di tiga kecamatan akibat luapan Sungai Musi sampai hari kelima masih lamban. Akibatnya banyak warga mulai diserang penyakit dan kehabisan makanan. "Penanganan korban banjir yang menimpa ribuan warga di tiga kecamatan di Kabupaten Mura saat ini dirasakan warga yang menjadi korban sangat lamban. Akibatnya, sampai hari kelima sudah banyak warga yang kehabisan bahan makanan dan terserang penyakit," kata M Sholeh anggota DPRD Kabupaten Mura.
Dia mengatakan, belajar dari berbagai kejadian bencana selama ini seharusnya pihak Pemkab Mura cepat tanggap untuk mengatasi dampak dari bencana, sehingga warga yang menjadi korban tidak kesulitan.
Untuk Kecamatan Muara Kelingi, kata dia, bantuan yang diterima masyarakat masih minim. Kalaupun ada bantuan yang diterima warga berasal dari orang-perorangan dan bantuan dari Ormas maupun LSM.
Belum Menerima Bantuan
Sementara itu Kepala Desa (Kades) Bingin Jungut Kecamatan Muara Kelingi, Rozali menuturkan, hingga saat ini masyarakat di desa yang dipimpinnya belum menerima bantuan apapun dari pemerintah dan baru menerima bantuan mie dan beras dari salah satu Ormas.
“Di desa kami, ketinggian air mencapai 2 meter dan telah merendam 413 rumah, lebih kurang 35 hektar areal pertanian darat rusak, lima ternak kambing dan satu ternak sapi mati akibat terbawa arus banjir. Selain itu tiga belas warga mengalami serangan penyakit dan mesti dirawat di Puskesmas Kecamatan Muara Kelingi,” ungkapnya.
Untuk itu dia mengharapkan, agar pihak Pemkab Mura secepatnya menyalurkan bantuan ke masyarakat di Desa Bingin Jungut. Mengingat, bantuan tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan warga yang tertimpa musibah, karena stok bahan makanan dan air bersih yang dimiliki warga sudah mulai habis.(11)





0 komentar