MUSI RAWAS-Kabar gembira bagi guru yang bertugas di daerah terpencil di lingkungan Departemen Agama (Depag) Kabupaten Musi Rawas(Mura). Pasalnya, pemerintah pusat melalui Kementerian Agama RI akan memberikan tunjangan khusus guru daerah terpencil Rp 1.350.000 per bulan. Menurut rencana, pencairan dana tersebut akan dilakukan April 2010 mendatang.
“Untuk kuota Kabupaten Mura hanya 18 orang guru yang berada di daerah terpencil. Tujuannya untuk meringakan beban mereka, karena telah mengabdikan diri di daerah terpencil yang notabene jauh dari pusat kota,” jelas Kepala Depag Kabupaten Mura Komaruddin Arya, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Madrasah dan Pendidikan Dasar (Mapenda) Habibullah Angkasa, kepada koran ini di ruang kerjanya, Rabu (3/2).
Guru yang menerima tunjangan tersebut, adalah guru yang bertugas di wilayah Pulau Kidak Kecamatan Rawas Ulu, Pulau Panggung dan Pelawe Kecamatan BTS Ulu. Kemudian guru yang bertugas di Desa Ngestiboga 2, Kecamatan Jayaloka, Desa Pauh Kecamatan Rawas Ilir, dan Desa Sungai Tapa, Kecamatan Muara Kelingi. Ke-18 guru tersebut terdiri dari berbagai tingkatan, yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA).
Dikatakan Habibullah, kriteria penerima tunjangan khusus guru daerah terpencil, harus berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Mura, memiliki SK mengajar dari kepala sekolah. “Minimal mengajar 24 jam seminggu. Dan satu hal yang menjadi ketentuan untuk menerima tunjangan tersebut, yakni lamanya masa mengabdi guru tersebut,” jelasnya.
Kemudian mereka harus memiliki rekening di BRI, sebab dana tersebut langsung ditransfer ke rekening masing-masing. Selain itu menyertakan surat pernyataan yang ditandatangani guru bersangkutan dan diketahui kepala madrasah, bahwa guru tersebut benar-benar mengajar 24 jam dalam seminggu yang selanjutnya menyertakan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
“Program ini merupakan program pusat yang baru dilaksanakan 2010. Mudah-mudahan hal ini dapat berlanjut guna meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Mura, khususnya di daerah terpencil,” harap Habibullah.(05)





0 komentar