Image Hosting
Image Hosting

CURUP-Anggota Polsek Sindang Kelingi Brikpol Purwanto, Senin malam (15/2) sekitar pukul 02.00 WIB, dikeroyok Orang Tak Dikenal (OTD). Tindakan penganiayaan terhadap aparat penagak hukum ini terjadi di Desa Blitar Seberang, Kecamatan Sindang Kelingi, Kabupaten Rejang Lebong.

Akibatnya, korban menderita beberapa luka di bagian kepala sayat akibat terkena senjata tajam (Sajam). Sekarang korban masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Curup.

Salah seorang keluarga korban Bambang (50), warga setempat mengungkapkan, pihaknya belum mengetahui motif pengeroyokan terhadap Purwanto. “Kami tidak tahu pasti kejadiannya bagaimana. Yang jelas lokasi Tempat Terjadinya Perkara (TKP) di kebun milik Yendri (30), yang saat ini belum diketahui keberadaannya,” kata kata Bambang kepada Linggau Pos, Senin(15/2).

Menurut Bambang, pada malam dinihari sekitar pukul 01.00 kemarin, Yendri bersama keluarga dan temannya pergi ke kebun untuk menunggu tanaman cabai dan tomat, yang tinggal menunggu masa panennya. “Kalau tidak ditunggu biasanya sering dipanen orang lain,” ungkapnya.

Bambang mengungkapkan, menurut keterangan warga yang lain pada malam itu sesaat Yandri bersama keluarga yang lain menunggu tanaman cabai di kebun, dan tiba-tiba sekitar pukul 01.00 dinihari muncul tiga orang yang menyusul di pondok rumahnya. “Mungkin pikir Yendri dan keluarga orang yang datang itu komplotan perampok. Tidak lama berselang terjadi keributan, dua orang berhasil kabur dan satunya babak belur, yang setelah dilihat orang tersebut anggota Polsek Sindang Kelingi,” tuturnya.

Melihat kejadian itu, oleh warga korban dilarikan ke rumah bidan terdekat di Desa Blitar Seberang untuk mendapat pertolongan tim medis. Sebelumnya anggota Polsek yang babak belur itu dilarikan ke rumah Kepala Desa (Kades) setempat. ”Ada tiga luka di bagian kepala akibat hantaman sajam,” ujar bidan yang merawat korban, dan minta namanya tidak ditulis.

Sementara itu, istri Yendri, Yanti (25) mengaku belum tahu keberadaan suaminya tersebut. Ia mengatakan, pada malam itu memang seperti biasa dirinya bersama keluarga yang lain pergi ke kebun untuk menjaga tanamannya dari para pencuri dan hama. “Selama ini tak ada masalah dengan kepolisian suami saya dan sampai kini kami tak tahu keberadaannya,” katanya.

Warga yang lain juga menyebutkan, kedatangan tiga orang anggota Polsek tersebut ke kebun masyarakat tersebut belum diketahui apa motifnya. ”Kalau memang tak ada tujuan, kenapa anggota tersebut ke kebun masyarakat tengah malam,” ujar warga beramai-ramai.

Kapolres Rejang Lebong, Umar Said membenarkan kejadian tersebut. “Memang benar ada anggota kami dikeroyok OTD di kebun warga Desa Blitar Seberang Kecamatan Sindang Kelingi, dan mendapat 52 jahitan di bagian kepala diduga terkena sayatan benda tajam,” jelas Kapolres.

Ditambahkan Kapolres, pada saat itu, anggota Polsek Sindang Kelingi sedang melacak keberadaan tanaman ganja diperkebunan warga setempat berdasarkan informasi masyarakat sekitar. “Namun tanpa tahu menahu anggota kami dihalangi dan dikeroyok OTD tersebut.
Mereka sedang tahap penyelidikan terkait informasi adanya ladang ganja diperkebunan masyarakat, eh malah anggota kami dikeroyok,” kata Kapolres.

Ia juga mengungkapkan, saat ini pihaknya telah menahan lima orang warga setempat diduga terlibat pengeroyokan. Dan bisa jadi diantara lima saksi tersebut menjadi tersangka. Kelima orang yang berhasil ditahan yakni Isman, Erlangga, Iskandar, Taslim dan Epit. Saat ini kelima saksi tersebut dalam pemeriksaan di Polres Rejang Lebong untuk penyelidikan lebih lanjut. (01

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget