Image Hosting
Image Hosting

104 Saluran Air Pelanggan PDAM Diputus

Jumat, 12 Februari 2010

*Menunggak Pembayaran Rekening

LUBUKLINGGAU-Sedikitnya 104 saluran air pelanggan diputus oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau. Alasannya, pelanggan itu menunggak pembayaran rekening tanpa alasan yang jelas.

Demikian ditegaskan Direktur PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, Suparman, kepada Linggau Pos di ruang kerjanya, Kamis (11/2).

Untuk diketahui, hingga Februari 2010, berdasarkan data di PDAM Tirta Bukit Sulap, dari 9.640 pelanggan yang terdaftar di PDAM Tirta Bukit Sulap terdapat 1400 pelanggan yang bermasalah. Dan dari jumlah tersebut, 104 saluran air pelanggan terpaksa diputus karena tidak mampu menyelesaikan pembayaran mereka.

“Sebagian besar saluran air pelanggan yang diputus karena tidak membayar rekeningnya ke PDAM tanpa alasan jelas. Akibatnya, PDAM mengalami kerugian hingga mencapai Rp 2,3 miliar pada 2009 lalu. Sebelumnya, kami telah memberikan surat peringatan kepada pelanggan yang menunggak. Dan bagi pelanggan yang tidak menggubris maka keputusan terakhir adalah sanksi pemutusan,” terang Suparman.

Dalam kesempatan itu, Suparman menyayangkan masih ada pelanggan tidak mengindahkan imbauan dari PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, untuk menggunakan air sesuai kebutuhan. “Malah, terkadang mereka seenak saja memakai air, tidak peduli air bersih itu punya siapa sehingga membanjiri tempat di sekitar sumber bersih,” lanjutnya.

Langkah tegas ini, menurut Suparman, bukan semata-mata mengurangi jumlah pelanggan. Melainkan memberikan teguran kepada pelanggan demi lancarnya pendistribusian air. “Distribusi air tentunya membutuhkan dana. Nah, kalau mereka tidak bayar, bagaimana PDAM dapat berjalan. Toh kita butuh modal. Karena itu, kami imbau mereka untuk membayar tagihan sesuai batas waktu yang diberikan,” ingat Suparman.

Suparman menambahkan, besarnya hutang pelanggan kepada PDAM atau piutang PDAM menjadi salah satu penyebab belum sehatnya PDAM TBS. Hal ini belum lagi ditambah tingginya tingkat kebocoran mencapai 55 persen yang terdiri dari 35 persen dari faktor teknis dan 20 persen dari faktor non teknis. “Khusus faktor non teknis, bisa saja disebabkan karena kesalahan pembacaan meteran oleh petugas atau memang dikarenakan tagihan belum dibayar,” ucapnya.

Untuk menekan tingkat kebocoran ini, perlu dibuat neraca air. Didalam neraca akan diketahui berapa air yang diproduksi setiap bulannya dan berapa jumlah konsumsi air oleh pelanggan. Dengan begitu, akan diketahui volume air yang hilang. “Hilangnya air besar kemungkinan karena adanya kebocoran pada pipa. Nah, selama ini kami sulit untuk mendeteksi kebocoran karena alatnya belum ada. Mudah-mudahan 2 tahun kedepan kami sediakan. Yang jelas, 2014, saya menargetkan PDAM TBS sudah menjadi BUMD yang sehat,” ucapnya.

Dan terkait adanya laporan masyarakat tentang keruhnya air yang disalurkan PDAM Tirta Bukit Sulap Lubuklinggau, Suparman menyarankan kepada masyarakat supaya dapat langsung melaporkannya ke nomor pengaduan pelanggan yakni 0733-320225.
“Dengan adanya keluhan dari masyarakat, tim kami segera akan turun kelapangan untuk menangani keluhan tersebut. Maka dari itu, kami mengimbau kepada masyarakat yang membutuhkan bantuan segera melapor ke kantor,” pungkasnya.(05)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget