Image Hosting
Image Hosting


*Uji Coba Penerbangan Terancam Batal

LUBUKLINGGAU-Pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) di Kota Lubuklinggau, makin marak. Kali ini giliran travo lampu landasan , di Bandara Silampari, Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, menjadi sasarannya.

Peristiwa itu diketahui petugas Bandara Silampari, Hermansyah, Sabtu (16/1) sekitar pukul 02.00 WIB. Akibat aksi pencurian itu, sedikitnya sembilan buah travo lampu landasan terletak di wilayah Kelurahan Air Kuti, Kecamatan Lubuklinggau Timur I, raib.

Menurut Hermanyah, pencurian travo lampu untuk menerangi seputar landasan bandara diperkirakan terjadi Jumat (15/1). Hal itu diketahui saat dirinya mengecek landasan, didapati sembilan travo lampu tidak ada lagi ditempatnya. “Hilangnya travo ini menyebabkan Bandara Silampari terancam dibatalkan untuk uji coba landasan,” katanya.

Dilanjutkan Hermanyah, dengan hilangnya travo ini juga mengurangi poin sertifikasi yang dilakukan pihak Dirjen Penerbangan, yang sebelumnya sudah melakukan pengecekan kelayakan Bandara Silampari untuk diuji coba.

Sedangkan untuk mengganti travo yang hilang pihaknya menunggu dari Dinas Perhubungan Kabupaten Musi Rawas (Mura), apakah dapat diadakan pada tahun ini atau akan dianggarkan 2011 nanti.

Diungkapkan Hermansyah, pihak Dirjen Penerbangan sendiri dalam pengecekan kelayakan juga tidak dapat menjelaskan apakah dengan hilangnya travo untuk menerangi landasan akan dapat menggagalkan uci coba penerbangan Bandara Silampari, karena keberadaan travo lampu menjadi pertimbangan tim sertifikasi.

Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim, AKP Jonson Nadapdap kepada wartawan koran ini, Minggu (17/1), membenarkan adanya kejadian tersebut. “Kami sudah terima laporan adanya kehilangan travo lampu landasan Bandara Silampari. Dan kami masih melakukan penyelidikan,” katanya.

Jonson mengakui, hilangnya travo lampu tersebut dilaporkan pegawai Dinas Perhubungan Mura, Hermansyah (47), warga Jalan Ramin Blok G No. 40 RT 10, Kelurahan Tanjung Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I. “Kronologisnya, ketika Hermanysah mengecek landasan bandara, pelapor mendapati sembilan buah travo lampu landasan sudah tidak ada lagi atau hilang,” jelasnya.

Akibat kejadian itu, sambung Jonson, pihak Bandara Silampari menderita kerugian sekitar Rp 31,5 juta. “Kata pelapor, pemasangan travo lampu bandara sekitar tiga minggu lalu. Lampu itu sebagai persiapan uji coba pesawat yang akan mendarat di landasan bandara kebanggaan masyarakat Silampari,” pungkasnya. (10)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget