.jpg)
*Mengetahui Tujuan Kelurahan Siaga
Saat ini di 72 kelurahan dalam wilayah Kota Lubuklinggau sudah terbentuk struktur Kelurahan Siaga. Apa tujuan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Lubuklinggau membentuk program yang mengacu pada SK Menkes No.564/Menkes/SK/VIII/2006 tentang Pelaksanaan Kelurahan/Desa Siaga itu? Berikut laporannya.
Muhammad Yasin, Lubuklinggau
HAMPIR seluruh kelurahan sudah dipasang plang merk Kelurahan Siaga. Kini, kata Kelurahan Siaga sudah tidak asing lagi bagi warga Kota Lubuklinggau. Akan tetapi masih banyak masyarakat tidak mengerti apa yang dimaksud dengan Kelurahan Siaga.
Untuk diketahui, pembentukan Kelurahan Siaga dilakukan oleh Dinkes Kota Lubuklinggau. Sebelum membentuk Kelurahan Siaga, Dinkes merekrut kader dan koordinator kader. Masing-masing kelurahan dua kader dan satu koordinator.
Calon kader dibekali pengetahuan melalui pelatihan. Pemilihan pengurus dan kader kelurahan siaga dilakukan melalui pertemuan khusus para pimpinan formal kelurahan dan tokoh masyarakat, serta beberapa wakil masyarakat.
Menurut Plt Kadinkes Kota Lubuklinggau, Eddy Chandra melalui Kasubid Bina Pemberdayaan Masyarakat, Syakiman, tujuan dibentuknya Kelurahan Siaga salah satu upaya lebih mendekatkan pelayanan kesehatan dasar kepada masyarakat kelurahan. Kemudian mendidik masyarakat dalam menghadapi masalah-masalah kesehatan.
Tidak hanya itu, memandirikan masyarakat dalam mengembangkan perilaku hidup bersih dan sehat. “Inti kegiatan Kelurahan Siaga adalah memberdayakan masyarakat agar mau dan mampu untuk hidup sehat,” katanya.
Syakiman mengakui sulitnya mencari masyarakat yang mau menjadi kader Kelurahan Siaga. Semula pihaknya ingin kader kelurahan siaga bukan direkrut dari kader Posyandu yang sudah ada. “Memang sulit merekrut pekerja sosial, warga yang mau dan bersedia orangnya itu-itu saja. Sehingga kader kelurahan siaga direkrut dari kader Posyandu di masing-masing kelurahan,” akunya.
Dia menambahkan, kader kelurahan siaga tidak hanya dibekali pengetahuan tentang kesehatan dasar saja. Akan tetapi juga diberikan pengetahun bagaiamna membantu bencana alam, seperti banjir dan kebakaran. “Misalnya, ada korban yang mengalami luka bakar. Kader Kelurahan Siaga mampu membantu untuk pertolongan pertama. Perawatan medis lebih lanjut, korban dilarikan ke rumah sakit atau Pukesmas,” katanya memberi contoh.
Didalam strukur Kelurahan Siaga terdiri dari Kelompok Kerja (Pokja). Pokja dimaksud yakni Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Gerakan Sayang Ibu (GSI), Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dan Kejadian Luar Biasa (KLB).
Pokja PHBS berperan pendataan terhadap PHBS, sosialisasi dan penyuluhan. Begitu juga tugas dari Pokja GSI yang akan bertanggung jawab terhadap donor darah, mendata ibu hamil (Bumil), dan penyuluhan.
Sedangkan tugas PSN, lanjut dia, diantaranya pemeriksaan jentik nyamuk, mengkoordinir masyarakat untuk melakukan 3M yakni mengubur barang bekas, menutup tempat penampungan air dan mengurus bak mandi. Serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
Untuk tugas KLB, memeriksa serta menemukan kasus pada KLB seperti penderita DBD, termasuk membantu korban bencana. Serta penyuluhan kepada masyarakat.
Sementara untuk Sekretariat Kelurahan Siaga di Pusat Kesehatan Kelurahan (Puskeslur). Untuk kelurahan yang belum ada Puskeslur seketariat-nya di kantor Lurah. Dari 72 kelurahan dalam Kota Lubuklinggau, ada 38 kelurahan yang sudah memiliki Puskeslur. Sisanya 34 kelurahan belum ada Pustu. (*)





0 komentar