Image Hosting
Image Hosting

Polisi Periksa Keamanan Mesin ATM

Rabu, 27 Januari 2010


*Pengamanan Masih Lemah

LUBUKLINGGAU-Untuk mengantisipasi terjadinya pembobolan Anjungan Tunai Mandiri (ATM), manajemen bank milik BUMN/BUMD di Kota Lubuklinggau, bekerjasama dengan Polres Lubuklinggau melakukan pemeriksaan terhadap 29 mesin ATM di daerah ini.

“Hal itu dilakukan untuk mengecek tingkat keamanan ATM yang dimiliki masing-masing bank di Kota Lubuklinggau. Tujuannya, untuk mengantisipasi pembobolan ATM seperti yang terjadi di beberapa daerah. Apalagi pemeriksaan itu terkait maraknya aksi pembobolan ATM dengan modus skimming dan layanan operator palsu,” terang Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau, AKP Jonson Nadapdap kepada wartawan koran ini, di sela-sela pemeriksaan di sejumlah ATM di Kota Lubuklinggau, Selasa (26/1).

Tim yang dipimpin Wakapolres Lubuklinggau, Kompol Arief Wibowo didampingi Kasat Reskrim AKP Jonson Nadapdap, Kasat Intel AKP Bambang dan Kasat Lantas AKP Ferdinand Heriyanto serta sejumlah kepala bank milik BUMN/BUMD menemukan beberapa mesin ATM tidak memiliki CCTV untuk memonitor keamanan.

Bahkan, ketika pengecekan beralih ke Ceria Toserba nampak tidak ada penjagaan dari pihak keamanan swalayan setempat, padahal letaknya persis berada di sisi kanan dan kiri gedung. Menurut pengakuan kepala bank yang memiliki mesin ATM ditempat tersebut, mereka menyerahkan seutuhnya keamanan ATM kepada satuan keamanan swalayan. Sebab, mereka berdalih sudah menyewa tempat itu, sehingga menjadi tanggung jawab pihak swalayan.

“Di lapangan kami menemukan ruangan ATM tidak dilengkapi CCTV dan pengamanan dibawah standar. Diharapkan pihak bank segera memperbaiki sistem pengamanan ATM demi kenyamanan nasabahnya,” harap Jonson.

Dia menerangkan, pengecekan keamanan pada mesin ATM tidak hanya sekadar adanya kasus pembobolan ATM yang marak terjadi dan diberitakan akhir-akhir ini, namun belakangan di Kota Lubuklinggau didapati sejumlah nasabah dari satu bank besar yang kehilangan uang sekitar Rp 18 juta karena tertipu layanan operator palsu.

Sebelum melakukan pemeriksaan, bertempat di ruangan Wakapolres Lubuklinggau, Kepala Bank Danamon, Rahmatsyah, memastikan pihaknya sudah menerapkan sistem pengamanan ATM berstandar tinggi. “Kami hanya memiliki satu mesin ATM berkualitas standar. Itu pun menyatu dengan gedung bank,” katanya.

Sedangkan Kepala Bank Mandiri Cabang Lubuklinggau, Sunardi, menganjurkan para nasabahnya untuk menutupi tombol ATM ketika menekan nomor PIN saat pengambilan uang. “Bisa juga nasabah mengganti nomor PIN nya, tapi jangan terlalu sering untuk meminimalisir hal lain yang tidak diinginkan,” sarannya.

Berdasarkan data dimiliki Sat Reskrim Polres Kota Lubuklinggau, ATM yang ada di Kota Lubuklinggau 29 unit. Terdiri dari, Bank Danamon satu unit, Bank Sumsel-Babel tujuh unit, BRI empat unit, BNI lima unit, BCA tujuh unit, BTN satu unit, Bank Mandiri tiga unit, dan Bank Syariah Mandiri satu unit.(05)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget