*Mulut Samin Sudah Dibersihkan
MUSI RAWAS-Direktur RSUD dr Sobirin, Mifta Hulummi, membantah kalau Samin (36), pasien yang mulutnya digerayangi ulat dan sekarang dirawat di Sal Cempaka tidak mendapat perawatan dengan baik. Sejak warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan BTS Ulu, itu masuk RS dr Sobirin, Rabu (20/1), mulutnya dalam keadaan terkunci rapat, setelah mendapat perawatan diketahui di dalam mulutnya ada ulat.
Menurut Mifta, pelayanan kesehatan untuk ayah dua anak ini sudah maksimal, karena hingga Selasa (26/1), belatung di dalam mulut Samin sudah tidak ditemukan setelah dibersihkan perawat yang bertugas di sal tersebut.
“Kemungkinan munculnya ulat itu sewaktu ia jatuh dari pohon petai, hingga mulutnya tidak bisa dibuka. Bisa saja telur ulat itu sudah ada setelah beberapa saat ia jatuh, dan setelah dibawa ke RS dr Sobirin diketahui telur itu sudah menetas hingga menjadi ulat. Tapi bagian luka yang ada ulat langsung dibersihkan oleh perawat, dan tidak dibiarkan begitu saja,” kata Mifta didampingi Kabid Keperawatan, Syaiful di ruang kerjanya, Selasa (26/1).
Perempuan berkerudung ini menyatakan pelayanan kesehatan untuk pasien itu sudah maksimal dikerjakan pihaknya, dan sekarang ini belatung di dalam mulut pasien sudah tidak ada.
“Pasien sudah sadarkan diri dan ulat yang ada di mulutnya telah dibersihkan dan dikeluarkan terus oleh para perawat,” papar Mifta, sembari menambahkan segala urusan obat-obatan untuk pasien semua dipenuhi meski menggunakan Jamkesmas. Artinya, informasi yang berkembang bahwa pasien memakai Jamkesmas kurang memperoleh layanan, dibantah Mifta.
Sedangkan, Kepala Ruangan Cempaka, Rum Mulyadi menjelaskan, kronologis hingga pasien Samin yang jatuh dari pohon petai bisa masuk di Sal Cempaka. “Awalnya kami menerima Samin di UGD, Rabu (20/1), dalam keadaan tidak sadarkan diri pukul 14.00 WIB dengan mulut terkunci. Dan saat diantar ke RS dr Sobirin Samin didampingi Bidan Surlela dan keluarga,” kata Rum Mulyadi. Pasien ini mendapatkan perawatan dari dr Yudi yang bertugas saat itu.
Rum Mulyadi menambahkan, Kamis (21/1), Samin akan dimasukkan ke ruang ICU, tetapi rencana itu batal setelah melihat dia tidak sadarkan diri, dengan bagian pipi sebelah kanan serta rahang belakang pasien mengalami bengkak dengan mulut terkunci. Mengenai ditemukan ulat di dalam mulut Samin, lanjut Rum Mulyadi, diketahui Jumat (22/1), setelah keluarga pasien melaporkan ke petugas. Sebab, mulut Samin mengeluarkan bau busuk hingga petugas medis lebih seksama memperhatikan bagian mulut pria tersebut.
“Dari pemeriksaan medis ternyata banyak ditemukan bekuan darah dan pasien mulai sadarkan diri. Nah, di dalam bekuan darah ini ditemukan ulat setelah itu diambil oleh perawat pada pukul 05.30 WIB-07.00 WIB dan ditemukan 25 ulat putih dengan diameter 3 milimeter. Lalu pada pukul 09.30 WIB didapatkan lagi 20 ekor ulat serupa, setelah itu kami tetap melakukan monitor kembali hingga akhirnya ditemukan 12 ekor ulat dalam keadaan mati setelah diambil untuk terakhir kalinya,” jelas Rum Mulyadi meyakinkan. Dan hari ini (kemarin,red), tidak ditemukan lagi ulat dan kondisi pasien sudah mulai sadar dan dipasang infus. “Kami sudah memberikan pelayanan maksimal untuk Samin,” tegas Rum Mulyadi.
Pantauan koran ini di ruang Cempaka, kemarin, kondisi Samin mulai membaik tetapi tangannya tetap diinfus. Menurut Hom (70), ibu pasien, anaknya itu sudah sadar dan ulat yang mengerayangi mulutnya sudah tidak ada lagi setelah dibersihkan perawat. “Anak saya sudah sadar dan kalau dipanggil sudah bisa menyahut. Ulat yang ada di mulutnya juga sudah tidak ada lagi,” kata Hom, kemarin.(06)





0 komentar