Image Hosting
Image Hosting

Mulut Pasien Digerayangi Ulat Belatung

Selasa, 26 Januari 2010


*Diduga Akibat Kurang Pelayanan
*Bupati akan Cek ke RS dr Sobirin

MUSI RAWAS-Miris dialami Samin (38), warga Desa Gunung Kembang, Kecamatan BTS Ulu Kabupaten Musi Rawas (Mura). Karena lamban dan kurangnya perawatan yang diberikan pihak Rumah Sakit (RS) dr Sobirin Mura, menyebabkan mulut ayah dua anak ini digerayangi ulat belatung.

Korban terpaksa dilarikan ke RS karena menderita luka-luka akibat jatuh dari pohon petai. “Hampir satu minggu masuk RS baru hari ini ada perawat yang membersihkan ulat di dalam mulut pasien,” kata Lisa, istri pasien yang dirawat di ruang Cempaka, Senin (25/1).

Menurut Lisa, sejak Rabu (20/1), masuk RS dr Sobirin suaminya baru diberi infuse dan belum mendapatkan perawatan dari perawat ataupun dokter, sehingga di dalam mulutnya terdapat puluhan ulat belatung.

Lambannya penanganan dari tim medis RS kemungkinan penyebab ulat menggerayangi mulut Samin yang terluka. Baru Senin (25/1), dibersihkan ulatnya dan bagian yang luka dalam mulut korban hanya disempal tembakau.

Diakui Lisa, dia sudah pasrah karena tidak tahu tindakan apa yang harus dilakukan, hanya menunggu keputusan pihak RS dr Sobirin. Dan sampai sekarang belum ada penjelasan dari pihak RS, apakah Samin luka dalam atau kepalanya pecah. “ Saya hanya menunggu, kalau saja umur suami saya masih panjang,”kata Lisa, pasrah.

Dipaparkan Lisa, Selasa (19/1), suaminya pergi ke hutan. Tetapi hingga malam harinya Samin tidak kunjung pulang. Baru keesokan harinya (Rabu 20/1), warga mencari korban. Setelah dicari Samin berhasil ditemukan dalam keadaan tidak sadarkan diri di bawah pohon petai. Lalu korban dilarikan ke RS Sobirin.

Sementara itu keluarga Samin, yakni Evi (37), sangat menyayangkan lambannya pelayanan yang diberikan pihak RS dr Sobirin, hingga mulut Samin digerayangi ulat. “Kalau sejak awal sudah ditanggani serius kemungkinan hal ini tidak akan terjadi. Mungkin karena Samin orang miskin, hanya mengandalkan Askeskin sehingga pelayanan yang diberikan minim,” kata Evi dengan nada kesal.

Ditambahkannya, kalau Samin yang sudah lima hari tidak sadar tersebut punya uang dan tidak mengandalkan Askeskin kemungkinan akan ditanggani dengan baik. Untuk itu Evi meminta kepada Pemkab Mura untuk memperhatikan masyarakat yang memang memerlukan pelayanan dalam bidang kesehatan, terutama masyarakat miskin.


Sementara itu, perawat di ruang Cempaka RS dr Sobirin Mura saat dimintai tanggapannya, membantah tidak memberikan pelayanan sebaik mungkin, meski pasien itu menggunakan Askeskin atau Jamsoskes. “Tidak benar, pasien tidak dirawat,” ucap perawat itu, yang minta namanya tidak ditulis.

Saat pasien tiba di ruangan sudah ditangani dokter dan diberikan suntikan obat. “Ini bukti bahwa kami merawat pasien itu. Malahan kepala ruangan sendiri yang mengambil satu-persatu belatung tersebut,” jelasnya.

Masih kata dia, pasien tersebut terlambat dibawa ke rumah sakit sehingga terjadi pembusukan. “Coba tanyakan kepada orang tua pasien, jika kami tidak memberikan perawatan. Supaya informasi yang disampaikan benar dan tidak menyalahkan rumah sakit,” ujarnya.
Setelah dikonfirmasikan dengan kerabat pasien yang menunggu di ruang Cempaka, ia menyatakan Samin memang mendapatkan perawatan tim medis, namun belatung yang di dalam mulutnya tidak juga hilang. “Iya, benar pasien dirawat. Tapi belum sembuh,” ucapnya.

Saat permasalahan ini ditanyakan langsung kepada Bupati Mura, Ridwan Mukti menuturkan, dirinya akan mengecek langsung ke RS Sobirin dan mengakui masih lemahnya pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. (11/10)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget