Image Hosting
Image Hosting

Konfercab HMI Linggau Deadlock

Selasa, 19 Januari 2010

LUBUKLINGGAU-Prediksi menyatakan pemilihan ketua umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Lubuklinggau, berlangsung alot benar adanya. Buktinya, pada Konferensi Cabang (Konfercab) V HMI cabang Lubuklinggau yang berlangsung di Hotel Sempurna Lubuklinggau, Sabtu (16/1) dan Minggu (17/1), dinyatakan deadlock oleh pimpinan sidang, karena alotnya proses pemilihan ketua umum.

Anggota panitia SC, Mirwan Batubara menjelaskan, pemicu terjadinya deadlock karena pada saat berlangsungnya pembahasan surat keputusan atau surat mandat terjadi pertentangan antara dua kubu. Yakni, kubu Komisariat STKIP-PGRI Lubuklinggau, STIE Mura dan Unmura dengan Kubu STAIS Bumi Silampari, STMIK Bina Nusantara Jaya dan STMIK-Mura.

“Saat memasuki proses pencalonan ketua umum, kubu STKIP, STIE Mura dan Unmura ngotot membahas tentang surat keputusan atau surat mandat. Padahal, permasalahan itu telah dibahas sebelumnya pada Konfercab,” ungkap Mirwan, kepada koran ini, Senin (18/1).

Ditambahkan Mirwan, melihat situasi yang semakin alot akhirnya tepat pukul 00.00 WIB, terjadilah chaos (ribut, red) peserta dari tiga Komsat yakni STAIS BS, STMIK-Mura dan STMIK Binus Jaya. Dan akhirnya pimpinan sidang menyatakan Konfercab V HMI deadlock sampai batas waktu yang tidak bisa ditentukan.

“Karena terjadinya chaos antar peserta akhirnya pimpinan sidang menyatakan Konfercab V HMI deadlock hingga batas waktu tidak bisa ditentukan,” lanjutnya.

Sebagaimana telah diinformasikan sebelumnya, prediksi diberikan sebagian besar akan terjadinya perdebatan yang alot pada saat pembahasan tatib, benar adanya. Sebab, masing-masing kandidat tentu memperjuangkan kepentingan komisariatnya masing-masing.

Peserta Konfercab V HMI diikuti 60 orang, dengan rincian peserta penuh atau yang memiliki hak suara 16 orang. Lalu 16 orang peninjau yang merupakan utusan dari komisariat dan 28 utusan pengurus cabang juga peninjau.(05)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget