Image Hosting
Image Hosting


*Rekannya Berhasil Diamankan

LUBUKLINGGAU-AY (14), warga Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, nyaris tewas setelah terjun bebas dari lantai III SM Swalayan Lubuklinggau. Sebab, Anak Baru Gede (ABG) ini takut ditangkap petugas keamanan setelah ketahuan melakukan pencurian barang berupa BH, jepit kuku, sisir, pakaian dan parfum.
Peristiwa itu terjadi Senin (4/1) sekitar pukul 13.00 WIB, di SM Swalayan Lubuklinggau. Akibat kejadian itu, AY harus menjalani perawatan tim medis RS dr Sobirin Musi Rawas karena mengalami patah tangan kanan, bengkak di bagian kepala atas, luka lecet di bagian kepala atas dan bengkak di pergelangan kaki kanan.
Sedangkan rekannya, WV (15), warga Kelurahan Lubuk Aman, Kecamatan Lubuklinggau Barat I, yang ditangkap petugas keamanan SM Swalayan langsung diserahkan ke Mapolres Lubuklinggau untuk diproses secara hukum.
Informasi dihimpun wartawan koran ini menceritakan, saat kejadian, Satpam SM Swalayan melihat dua ABG dengan gelagat mencurigakan di Lantai III atau tempat barang pakaian. Kecurigaan itu semakin bertambah setelah WV dan AY mengambil dan langsung memakai pakaian di ruang ganti. Selanjutnya petugas mengamankan dua ABG tersebut ke ruang Satpam SM Swalayan untuk dimintai keterangan. Tidak lama berada di dalam ruang Satpam, AY tiba-tiba keluar ruangan dan melarikan diri.
Mengetahui AY pergi, petugas berusaha melakukan pengejaran. Merasa takut ditangkap, dia nekat terjun bebas dari lantai III yang diperkirakan ketinggiannya 10 meter. Saat terjatuh, tangan kanan yang lebih dulu menghantam tanah sehingga tangannya diperkirakan patah.
Melihat AY terkapar di tanah, petugas keamanan dan karyawan SM Swalayan membawa AY ke IGD RS dr Sobirin Musi Rawas supaya segera mendapatkan pengobatan tim medis. Karena lukanya cukup parah, AY dibawa ke ruang Cempaka untuk menjalani perawatan lebih lanjut.
Kepala Keamanan SM Swalayan, Nurwan, saat ditemui di Mapolres Lubuklinggau membenarkan peristiwa tersebut. “Benar, kami tadi mengamankan dua ABG yang dicurigai melakukan pencurian di ruang Satpam,” ungkap Nurwan.
Setelah berada di ruang Satpam, lanjut Nurwan, dirinya tidak tahu penyebabnya mengapa AY melarikan diri lalu nekat terjun bebas dari lantai III. “Petugas tidak mengejar AY tapi hanya mencari kemana ia melarikan diri,” ucapnya.
Saat mengetahui AY terjun bebas dan mengalami luka-luka, sambung dia, pihaknya langsung membawa AY ke RS dr Sobirin Musi Rawas. “Kami tadi bermaksud meminta kedua ABG agar membuat surat keterangan. Dan kami akan memanggil orang tuanya untuk menyelesaikan masalah itu,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolres Lubuklinggau, AKBP Mukhlis melalui Kasat Reskrim, AKP Jonson Nadapdap membenarkan AY masih menjalani perawatan tim medis, sedangkan WV diamankan di Mapolres Lubuklinggau. (10)
Niat Beli Pena Malah Mencuri Pakaian
SEMENTARA itu, WV saat dibincangi wartawan koran ini di Mapolres Lubuklinggau mengaku dirinya masih duduk di bangku kelas VII di salah satu SMP di Lubuklinggau. “Saya dan AY pergi dari rumah sekitar pukul 12.30 WIB, untuk membeli pakaian,” ucapnya dengan nada sedih.
Lanjut dia, dirinya belajar melakukan pencurian dari rekan-rekannya. “Saya dikasih tahu dari kawan. Dio sering maling di pasar namun dia sekarang pergi ke luar daerah,” ungkapnya seraya merahasiakan nama temannya.
Diakui WV, perbuatan ini dilakukannya karena terpaksa sebab ia tidak mempunyai uang. “Saya cuma punya Rp 10 ribu. Sedangkan orang tua saya hanya buruh sehingga tidak memiliki uang,” akuinya seraya mengimbuhkan ia mengambil sepotong pakaian dan kaca mata.
Ditambahkan WV, sepulang sekolah ia bekerja mengasuh anak dan diberikan upah Rp 30 ribu/bulan. “Baru kali ini lah Pak, saya sangat menyesal dan tidak akan mengulangi lagi perbuatan tersebut,” imbuhnya. (10)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget