Siap Mengembalikan Kader Golkar Perantau

Selasa, 22 Desember 2009

*)Komitmen H Rodi Wijaya, Ketua DPD PG Linggau Terpilih

Musyawarah Daerah (Musda) III Partai Golongan Karya (PG) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Kota Lubuklinggau, sudah berakhir, Senin (21/12). Melalui sistem pemilihan demokratis akhirnya H Rodi Wijaya terpilih menjadi ketua DPD PG Kota Lubuklinggau, periode 2009-2015. Berikut pandangan dan pemikirannya pasca meraih kemenangan di arena Musda.
Rehanudin Akil-Lubuklinggau
PARTAI Golkar (PG) dibawah kepemimpinan Aburizal Bakrie dengan tema perjuangan, ‘bangkit dan rebut kembali kejayaan dan kebesaran Golkar’. Kian menginspirasi dan menambah semangat H Rodi Wijaya, untuk mengembalikan Golkar pada masa keemasannya. Harapan dan cita-cita pria kelahiran Lubuklinggau, 06 Maret 1975, bukan isapan jempol, terbukti dia menang dan terpilih secara sah sebagai ketua DPP PG Kota Lubuklinggau periode 2009-2015.

Saat dimintai tanggapan atas kemenangannya, Rodi demikian tokoh muda religius ini biasa disapa, mengucapkan rasa syukur kepada Allah SWT dan terimakasih pada peserta Musda yang telah mendukungnya. “Syukur karena Musda berlangsung tertib dan lancar. Kemenangan saya adalah kemenangan semua kader PG, karena komitmen saya sangat jelas demi mengembalikan kejayaan PG. Pastinya kepemimpinan saya akan merangkul semua komponen partai termasuk kader Golkar yang merantau ke partai lain,” papar warga Jalan Yos Sudarso KM 7 No 18 Kelurahan Marga Mulya.

Komposisi kepengurusan DPD PG Kota Lubuklinggau periode 2009-2015 pun akan dibuat sedemikian rupa sehingga bisa mengakomodir aspirasi semua elemen. Pada tahap awal kepemimpinannya akan membenahi internal partai, sehingga bisa menghasilkan kinerja maksimal dalam setiap momentum politis. “Kata kuncinya, PG akan kembali berjaya dan eksis sebagai partai pemenang pemilu. Dengan demikian Golkar tidak saja sekedar dapat diterima rakyat tetapi lebih dimiliki dan dicintai semua komponen bangsa,” ungkap Rodi, kepada Linggau Pos, Senin (21/12), di Ballroom Hotel Abadi tempat penyelenggaraan Musda III PG DPD Kota Lubuklinggau.

Berbekal cita-cita dan harapan besar, mantan anggota DPRD Kabupaten Musi Rawas periode 2004-2009 dari fraksi Golkar, bertekad membawa Golkar Kota Lubuklinggau menjadi partai terbesar dan diperhitungkan. Tidak saja sekedar berharap, menurut mantan mahasiswa jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan/IESP (sekarang Ekonomi Pembangunan,red) UNSRI Palembang. Kedikjayaan Golkar bisa direbut kembali jika pola kepemimpinan, aspiratif, demokratis, transformasional bukan transaksional.

“Sebab bukan rahasia umum dalam beberapa periode terakhir, eksistensi atau kinerja PG Kota Lubuklinggau mengalami penurunan cukup drastis. Salah satu penyebabnya karena ulah oknum kader Golkar yang berpikir dan bersikap bukan akan membesarkan partai melainkan mencari hidup di partai. Sebagai kader muda PG, tidak ingin kondisi semacam itu terus terjadi. Kunci persoalannya terletak pada kemampuan ketua DPD dalam menjalankan amanah Musda Golkar,” urai suami Diana Ruffini yang juga ayah dari Ertha Qayla Afifah dan M Ale Al Abiyyu Wijaya.

Dengan visi, tokoh muda bersama kader mengembalikan kejayaan Golkar, Rodi tetap berkomitmen untuk menghimpun semua elemen dan fungsionaris PG yang sudah cukup lama tidak diberdayakan. Untuk itu regenerasi kepemimpinan, pemasukan darah segar di kepengurusan DPD PG Kota Lubuklinggau menjadi keniscayaan.

“Mari semua elemen PG Kota Lubuklinggau berhimpun bersama mewujudkan partai maju, modern dan aspiratif. Tidak ada pekerjaan berat jika semua kader dan keluarga besar PG mengembannya secara bersama dan tanpa pamrih. Ingat, Golkar adalah wadah insan yang selalu ingin berkarya. Tempat orang-orang yang tidak gampang puas terhadap pencapaian prestasi kerja,” pungkasnya.(*)


    ShoutMix chat widget