TPK-Warga Desa Batu Bandung, Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut (TPK), Jumat (18/12), geger. Pasalnya, Herman bin Hedar (30), warga setempat tewas dengan luka tembak di bagian kepala belakang. Dia tewas setelah senjata api (senpi) kecepek laras panjang yang dipegang rekannya, Isk, tiba-tiba meledak hingga mengenai korban.
Peristiwa dialami petani karet ini terjadi Jumat (18/12) sekitar pukul 06.30 WIB, di Talang Sungai Are Desa Batu Bandung. Dugaan sementara, motif terjadi penembakan karena unsur kelalaian.
Informasi diterima Linggau Pos menceritakan, ketika itu korban bersama tiga rekannya, Isk, Depi dan Angga berangkat ke Talang Sungai Are untuk berburu dan mengecek jerat binatang buruannya.
Sampai di tengah jalan, entah bagaimana awalnya tiba-tiba senpi rakitan yang dipegang Isk meletus hingga pelornya menghamtam kepala bagian belakang korban.
Tak pelak, Isk dan kedua rekannya terkejut. Lalu mereka membawa korban pulang supaya mendapatkan pengobatan tim medis. Akibat luka dialami Herman sangat parah, kerabat korban segera membawa ke IGD RS dr Sobirin Musi Rawas. Setiba di rumah sakit dan diberikan pertolongan pertama tim medis IGD, lalu korban dirawat di ruang ICU supaya menjalani perawatan intensif. Namun sekitar pukul 17.15 WIB, Tuhan berkehendak lain, Herman menghembuskan nafas terakhir.
Kapolres Musi Rawas AKBP Herry Nixon’s melalui Kasat Reskrim AKP Maruly Pardede kepada koran ini membenarkan peristiwa tersebut. Dikatakannya, setelah menerima laporan warga, petugas langsung ke lokasi kejadian untuk olah TKP. “Kami masih melakukan pengejaran terhadap pelaku,” ujar Kasat.
Motif penembakan, lanjut Maruly, pihaknya belum bisa memastikan karena pelaku melarikan diri. Namun dugaan sementara, disebabkan unsur kelalaian Isk saat membawa kecepek. “Kami akan mengembangkan kasus ini,” pungkasnya.(10)


    ShoutMix chat widget