Disperindag Kota Kembali Kecolongan

Selasa, 15 Desember 2009

* Mungkin Kebanyakan Pembinaan
LUBUKLINGGAU
-Akibat terlalu banyak pembinaan dan tidak ada ketegasan, membuat Disperindag Kota Lubuklinggau harus menerima kenyataan pahit karena kecolongan dalam hal pengawasan terhadap makanan yang mengandung zat berbahaya. Terbukti masih ditemukannya kerupuk mengandung Rhodamin di pasar tradisional Megang Sakti yang diduga berasal dari Kota Lubuklinggau.
Ironisnya, Disperindag Kota Lubuklinggau baru melakukan action (tindakan) pengecekan ke lapangan setelah berita itu terekspose oleh media.
“Kalau memang kerupuk itu berasal dari Kota Lubuklinggau hendaknya Disperindagsar Kabupaten Mura memberitahukan kepada kami, supaya masalahnya menjadi kelar,” ungkap Kepala Disperindag Kota Lubuklinggau, Gumala Murni, ketika dijumpai Linggau Pos di ruang kerjanya, kemarin.
Untuk itu, apabila pada pengecekan di lapangan ditemukan ada produsen yang memproduksi kerupuk mengandung zat pewarna buatan, pihaknya tak segan-segan menutup tempat usahanya.
“Oleh karena itu, kami mengharapkan kepada masyarakat untuk bekerjasama dengan Disperindag, caranya yaitu memberikan informasi kepada kami apabila ada produsen kerupuk yang mencurigakan dilokasi tempat tinggal mereka,” harap Gumala.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Disperindagsar Kabupaten Mura menemukan kerupuk yang mengandung pewarna (Rhodamin) yang dapat menyebabkan kanker, penyakit ginjal, hingga kematian. Dan menurut informasi dari sejumlah pedagang mengatakan, produk tersebut berasal dari olahan industri rumah tangga di Kota Lubuklinggau.
Disebutkannya, kerupuk inul memiliki tiga warna, merah, hijau, dan kuning. Dari tiga warna tersebut, yang merah dominan menggunakan Rhodamin setelah diperiksa ulang di Lab Bengkulu. Ciri-ciri kerupuk inul antara lain, saat digoreng warnanya menjadi lebih mengkilat, dan rasanya gurih. Dari segi bentuk kerupuk agak beda dengan kerupuk biasa dengan bentuk agak panjang.(05)


    ShoutMix chat widget