Calon Kades Kota Baru Dihajar Massa

Rabu, 30 Desember 2009


CECAR-Warga SP 7 Desa Kota Baru (Bumi Lampung), Kecamatan BTS Ulu Cecar, Selasa (29/12) geger. Sebab salah seorang warga desa bernama Guntur Alamsyah (45), sekitar pukul 09.00 WIB, ditemukan tewas mengenaskan di tengah areal persawahan.
Saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tertelungkup. Ia mengalami luka robek pada mata, hidung, kepala, dan luka lebam di sekujur tubuhnya. Dugaan sementara, kematian calon kepala desa (Kades) tidak terpilih ini akibat dikeroyok massa. Namun demikian, kasusnya masih dalam proses penyelidikan polisi.
Informasi dihimpun Linggau Pos menceritakan, peristiwa itu bermula Senin (28/12), di SP 7 Desa Kota Baru (Bumi Lampung), Kecamatan BTS Ulu Cecar berlangsung prosesi pemilihan kepala desa (Pilkades) yang diikuti empat kandidat calon.
Hasil akhir dalam pemilihan tersebut, Jimun unggul dengan meraih 350 suara, disusul Eko, 348 suara, Guntur (korban,red) memperoleh 224 suara, serta Dimun 99 suara.
Usai Pilkades suasana desa masih kondusif dan tidak terjadi gejolak baik dari massa pendukung kades tak terpilih maupun kades terpilih.
Selanjutnya, Selasa (29/12), masyarakat termasuk korban membongkar tenda tempat pemungutan suara. Diduga korban merasa tidak puas terhadap hasil pemilihan, lalu bertengkar dan memukul salah seorang warga bernama Sutarman. “Warga yang dipukul tadi langsung pulang ke rumahnya. Tak lama kemudian puluhan massa datang membabi buta mengeroyok korban,” ucap sumber koran ini yang minta namanya dirahasiakan.
Ketika aksi massa terjadi, korban masih sempat melarikan diri ke areal persawahan sekitar 300 meter dari rumahnya. Di tengah sawah massa kembali memukuli korban hingga tewas mengenaskan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Sementara salah seorang kerabat korban, Suryadi, ditemui di IGD RS dr Sobirin menceritakan, sekitar pukul 08.00 WIB, korban pergi dari rumah berpamitan ketempat Kades Dastomo. “Saya dengar informasi ada keributan dan Guntur meninggal di sawah. Lalu saya bersama keluarga pergi ke lokasi kejadian. Dan saya tidak tahu kejadiannya,”ucap Suryadi.
Kapolres Mura, AKBP Herry Nixon’s melalui Kapolsek Cecar, AKP Desli Darsah saat dikonfirmsi membenarkan adanya kejadian tersebut. Diakuinya, kasus ini masih dalam proses penyelidikan petugas. “Pelaku masih dalam penyelidikan. Motif pengeroyokan, diduga korban menganiaya Sutarman karena tidak puas dengan hasil pemilihan kades,” jelas Desli.(10)


    ShoutMix chat widget