Anjing Liar Kian Mengganas

Senin, 14 Desember 2009


* 12 Orang Jadi Korban
LUBUKLINGGAU
-Hingga Sabtu (12/12), Dinas Perikanan dan Perternakan (Diskanak) Kota Lubuklinggau mencatat sedikitnya 12 orang menjadi korban gigitan anjing liar. Sedangkan populasi secara keseluruhan mencapai 2640 ekor.
Kepala Kadiskanak Kota Lubuklinggau, Subandio Amin melalui Kabid Peternakan, Rr Rita kepada Linggau Pos mengatakan, penyebab anjing nekat menggigit manusia karena hewan tersebut merasa terusik atau terganggu. “Awal Desember merupakan musim kawin anjing, sehingga anjing-anjing ini mengembara dan jarang berada di rumah tuannya. Mungkin karena lapar, capek maka melihat orang (manusia) seperti musuh,” kata Rita, Sabtu (12/12).
Hingga Desember, populasi hewan anjing yang tercatat di Diskanak mencapai 2640 ekor, 1367 ekor adalah anjing peliharaan (ada pemiliknya, red) dan 1283 ekor liar.
Rinciannya, wilayah Kecamatan Lubuklinggau Timur I ada 201 ekor, Lubuklinggau Timur II 172 ekor. Selanjutnya Lubuklinggau Barat I terdapat 170 ekor, Lubuklinggau Barat II 125 ekor. Kemudian Lubuklinggau Selatan I 310 ekor, Lubuklinggau Selatan II 390 ekor. Lalu Lubuklinggau Utara I 664 ekor dan 617 ekor di Lubuklinggau Utara II.
“Masyarakat harus menjauhi anjing yang memiliki ciri-ciri matanya berwarna merah, berbadan kotor dan sakit karena sangat berbahaya jika terkena gigitannya sebab berpotensi rabies,” jelas Rita.
Lanjutnya, bila ada warga yang terkena gigitan supaya anjing tersebut ditangkap lalu diserahkan ke Diskanak Kota Lubuklinggau untuk diperiksa, apakah hewan itu mengidap penyakit rabies atau tidak. “Silakan menghubungi call center 0733-452-405 di Diskanak, jika ada keluhan soal anjing atau ingin diobservasi hewan tersebut,” sarannya.
Ditanya soal ada lima warga Petanang Ulu terkena gigitan anjing liar pada Jumat (11/12) lalu? Dia mengaku belum menerima laporan baik dari warga, lurah atau RT setempat. “Petugas akan mengecek ke lokasi dan mengambil langkah konkret,” ujarnya. (10)


    ShoutMix chat widget