Walikota Ajak Umat Muslim Berkorban

Sabtu, 28 November 2009


LUBUKLINGGAU-Ribuan warga Kota Lubuklinggau, kemarin (27/11) melaksanakan salat Ied 1430 H di Lapangan Merdeka Lubuklinggau.
Unsur Muspida, Pejabat Pemkot Lubuklinggau dan sejumlah mantan pejabat Pemkot maupun Pemkab Mura juga melaksanakan salat di alun-alun kota berslogan “Sebeiduk Semare” itu.
Adapun petugas salat Ied Adha di Lapangan Merdeka kemarin, H Agusti Yusuf bertindak selaku muazin, Imam H Tabrani dan Khotib H Umar.
Walikota Lubuklinggau, Riduan Effendi dalam sambutannya mengatakan, kemiskinan, kebodohan dan pengangguran merupakan cikal bakal krisis akhlak dan sangat berpotensi menimbulkan tindakan kriminal yang mengganggu ketertiban dan keamanan masyarakat.
“Persoalan tersebut harus diwaspadai serta menjadi tanggungjawab kita bersama untuk mengatasinya. Untuk itu, butuh kepedulian dan pengorbanan dari kita semua,” katanya, Jumat (27/11).
Walikota mengajak masyarakat yang mampu secara finansial untuk bersama-sama pemerintah membantu warga kurang mampu. “Pengorbanan tidak harus selalu diartikan dalam bentuk mengeluarkan sesuatu untuk orang lain. Tetapi bisa juga berkorban dengan menggunakan harta yang dimiliki untuk mengembangkan usaha dan membuka lapangan pekerjaan. “Harta bukan untuk menunjukkan kemewahan yang justru akan menimbulkan kecemburuan dan kesenjangan sosial,” katanya.
Dia juga mengajak kaum muslim dan muslimah untuk bersama-sama mendoakan jemaah haji agar mereka dapat melaksanakan rangkaian rukun dan wajib haji dengan baik sehingga menjadi haji yang mabrur.
Sedangkan H Umar dalam khutbah-nya menceritakan kisah Idul Qurban. Sebelum Nabi Ibrahim As diperintahkan oleh Allah SWT menyembelih anaknya bernama Ismail. Pada mulanya Ibrahim As berkorban 1000 ekor kambing, 300 sapi dan 100 ekor unta. Sehingga banyak orang mengaguminya. Bahkan para malaikat pun pada salut atas tindakannya itu. Nabi Ibrahim berkata yang artinya korban sejumlah itu bagiku tidak berarti apa-apa, demi Allah kalau saja aku punya anak putra, pasti aku menyembelihnya fisabillah dan ku korbankan kepada Allah SWT.
“Lalu, doa Ibarahim As untuk mendapatkan putra dikabulkan Allah SWT. Ketika Ismail berusia 13 tahun. Ibarhim lupa dengan pernyataannya. Lalu pada malam tarwiyah hari kedelapan Zulhijah, nabi Ibrahim bermimpi agar memenuhi nazarnya. Mimpi serupa berulang hingga tiga kali tepatnya pada malam 10 Zulhijah.
Lalu Ibrahim As bertekat untuk memenuhi janjinya dengan menyebelih Ismail. Namun saat Ibrahim menggoreskan pisau ditenggorakan putranya, malaikat jibril datang membawa domba untuk menggantikan Ismail yang akan disembelih,” ceritanya.
Ringkas cerita, Ismail tidak disebelih melainkan digantikan oleh seekor domba.
Berdasarkan data yang diterima PHBI Kota Lubuklinggau jumlah hewan kurban di Kota Lubuklinggau 45 sapi dan 23 kambing.
Menurut Sekretaris PHBI Kota Lubuklinggau, H Luthfi Ishak, jumlah hewan kurban di Kota Lubuklinggau kemungkian lebih dari jumlah tersebut. Banyak pihak yang melaksanakan penyembeihan hewan kurban tidak disampaikan kepada PHB. “Seharusnya melapor ke PBHI sehingga PHBI tahu jumlah keseluruhan hewan kurban di Kota Lubuklinggau,” kata Luthi.
Kedepan dia berharap masyarakat dan pengurus masjid yang melaksanakan pemotongan hewan kurban agar menyampaikan informasi ke PHBI.(02)


    ShoutMix chat widget