Lomba Arung Jeram HUT Kubu Club ke-9

Minggu, 03 Oktober 2010

13 Tim Siap Bertarung di Babak Final

Ratusan masyarakat dari berbagai penjuru Kota Lubuklinggau, Sabtu (2/10) berkumpul di pinggiran sungai Kelingi, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Bara I. Tujuan mereka tidak lain ingin menyaksikan lomba Arung Jeram dalam rangka HUT Kubu Club ke 9. Beriku laporannya.

Sulis, Kayu Ara

SUASANA aliran sungai Kelingi di Kelurahan Kayu Ara, Sabtu (2/10) tidak seperti biasanya. Lebih dari 200 masyarakat melemparkan pandangannya ke arah sungai sembari bersorak memberikan semangat para peserta lomba Arung Jeram yang tengah berusaha menaklukan medan terjal serta derasnya arus sungai.
Beberapa anak kecil mulai menunjuk ke arah start perlombaan, diikuti beberapa pasang mata yang ingin segera menyaksikan perlombaan. Terlihat dari kejauhan, tim dari SMA Negeri 1 Lubuklinggau kewalahan mengatasi medan Arung Jeram. Sungai Kelingi menantang tim Arung Jeram dengan arus yang deras. Hampir dari seluruh peserta berusaha untuk sempurna mencapai setiap gate yang dibuat oleh Kubu Club.
Bahkan ada sebagian dari mereka berputar-putar disekitar gate. Enam gate yang dipasang sepanjang 500 meter sungai Kelingi ini, menjadi terget yang harus dicapai oleh tim yang ikut dalam perlombaan.
Sorak semangat terus menyertai perjalan tim dari SMAN 1 Lubuklinggau melawan arus. Sekuat tenaga, arus ditaklukkan dengan dayung serta peralatan lengkap Arung Jeram dari Tagana Dinas Sosial Lubuklinggau.
Sebelum lomba Arung Jeram digelar, Kamis (30/9) lalu, Kubu Club bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Sosial telah menggelar lomba mewarnai dan donor darah di Kelurahan Watervang, Kecamatan Lubuklinggau Timur I.

“Arung jeram ini menjadi acara terakhir sesi HUT Kubu ke-9. Kali ini baru babak penyisihan, untuk finalnya baru akan digelar besok, (hari ini), Minggu (3/10),” terang Astuti Karya Dewi, Ketua Kubu Club 2010 saat berbincang dengan wartawan koran ini, bersama tim Kubu Club yang lain.

Untuk event besar kali ini, lomba arung jeram diikuti 25 peserta. Terdiri dari enam tim dari luar kota dan 19 tim dari Kota Lubuklinggau.

“Enam tim ini adalah dua tim utusan Gerakan Mahasiswa Pencinta Alam (Gemapala) Wigwam FH Unsri, dua tim utusan Mahasiswa Pecinta Alam (Mapetala) Universitas Bengkulu, dan dua tim utusan Pecinta Alam Sosial Politik (Palasotik) Universitas Bengkulu. Peserta yang lain yaitu, Basker SMA Terawas, Tagana A, Mapala STKIP PGRI, SMK Negeri 1 B, Himalaya B, SMA Terawas, SIGMA SISDA B, SMAN 1 A, Tagana B, MPA Unmura A, Himalaya A, SMK Yadika, Mapala STMIK Mura, Djarum Kara, Sigma Sisda A, SMK Negeri 1 A, MPA Unmura B, SMA Purwodadi A (Agiva), SMA Purwodadi B (Carbeg), ” papar Dewi.

Selanjutnya peserta yang berhasil lolos dalam babak penyisihan adalah, Mapetala A (Bengkulu), Tagana A, SMA Terawas, Basker SMA Terawas, Djarum Kara, Mapala STKIP PGRI Lubuklinggau, Himalaya A, MPA Unmura A, Tagana B, Sigma Sisda A, Mapetala B, dan SMA 1 Lubuklinggau B.

Ketiga belas peserta ini akan melaju ke final di lokasi pertandingan yang sama besok (hari ini). Arung Jeram dipilih sebagai salah satu cabang yang diperlombakan karena Kubu Club mengakui Arung Jeram sebagai sarana untuk meningkatkan kecintaan kita terhadap alam, terutama yang ada di Kota Lubuklinggau.

“Selain itu, Arung Jeram membutuhkan kekompakan tim, kekuatan fisik, kecepatan serta ketepatan, dan membutuhkan ketangkasan. Terakhir, tim tergabung dalam Arung Jeram ini pastinya mencintai alam sekitar dan mengemban misi untuk menjaga kelestarian alam tersebut,” ujar Dewi sembari menanggapi candaan dari rekan seperjuangannya, Carlan dan Erwan.

Suasana kekeluargaan nampak jelas dari rona bahagia mereka. Di bawah sebuah tenda sederhana, Kubu Club menyantap hidangan makan siang, sembari saling bertukar cerita.

Carlan menambahkan, Kota Lubuklinggau ini memiliki keindahan alam yang luar biasa. Guna mendukung program pemerintah untuk mewujudkan Lubuklinggau sebagai kota wisata, kami memperkenalkannya melalui arung jeram. Sekaligus menghimbau masyarakat agar menjaga kelestarian lingkungan dan menjaga kebersihan sungai. (*)


    ShoutMix chat widget