Mengaku Tak Ada Firasat Tetapi Selalu Berdoa

Ayu Suci Nurhasanah (13) sumringah meski keringat dingin terus membasahi pori kulitnya. Ia berhasil merebut hadiah utama jalan santai digelar Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau dalam rangka memeriahkan HUT Kota Lubuklinggau ke-9 di Lapangan Merdeka, Jumat (8/10). Berikut kisahnya.Sulis, Pasar Permiri
KEMARIN pagi sejak pukul 05.30 WIB, alun-alun kota berslogan “Sebiduk Semare” di Kelurahan Pasar Permiri, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, dipadati ribuan siswa-siswi SMP dan SMA se-Kota Lubuklinggau. Acara itu dihelat memeriahkan hari jadi Kota Lubuklinggau ke-9.
Rice Cooker, Kulkas, Sepeda Gunung, dan hadiah lain yang dipersembahkan oleh beberapa sponsorship ternama telah disabet peserta sebelumnya. Penghujung acara menjadi detik-detik dinanti ribuan peserta di sana. Luthfi Ishak sebagai Master Ceremony (Mc) kembali menggegerkan suasana dengan mempersilahkan beberapa siswa menyumbangkan sebuah lagu guna menghibur audiens yang hadir.
Namun ketegangan kembali terjadi ketika Kepala Dinas Pendidikan Kota Lubuklinggau, Hj Septiana Zuraida melakukan pengundian pemenang hadiah utama didampingi unsur Muspida lain. Sebuah nomor kupon disebutkan seorang siswa SMA lantas menaiki panggung dan menyerahkan kuponnya. Tapi ia batal mendapatkannya. Kok begitu?
“Maaf, karena kamu memegang kupon banyak. Dan tidak dibagikan pada rekanmu yang lain dengan sangat menyesal kami tidak bisa menyerahkan hadiah utama ini,” jelas Walikota Lubuklinggau, H Riduan Effendi pada siswa tersebut. Dengan rona kecewa, siswa SMA turun kembali menyatu dengan siswa lain. Kabarnya ia menangis tersedu-sedu setelah turun dari pentas, karena tak mendapatkan hadiah impiannya tersebut.

Tak berapa lama, nomor undian kembali disebutkan Mc. Keberuntungan akhirnya besar jatuh pada Ayu Suci Nurhasanah. Ia adalah murid kelas 9 SMP 6 Lubuklinggau. Mengenakan seragam olahraga berwarna ungu dengan wajah yang berseri-seri Ayu memberanikan diri untuk berdiri bersama Walikota dan unsur muspida di atas panggung.
Erlinda, Kepala SMP Negeri 6 Lubuklinggau tampak bahagia menyaksikan keberhasilan anak didiknya ini. “Saya tidak memiliki firasat apapun. Dari berangkat tadi pagi, sampai sekarang saya hanya berdoa dan berdoa,” jelas gadis kelahiran Lubuklinggau 10 Januari 1997 saat ditemui seusai acara pengundian hadiah, kemarin.
Ayu yang saat itu dikerumuni sahabatnya yang lain terus membenarkan helaian rambutnya yang tersapu angin. Sepeda motor Yamaha yang dimenangkannya ini, nantinya akan dipersembahkan untuk ibunya tercinta, Agustinawati.
“Jujur waktu di depan tadi agak gugup. Tapi senang biso dicium istrinyo pak Walikota,” jelas Ayu dengan wajah berbinar.
Ayu menambahkan, rencananya motor ini dipakai Mama (ibu, red) untuk berangkat mengajar TK sekaligus mengantar dirinya ke sekolah. Ayu berjanji akan merawat sepeda motor Yamaha segera dikirim ke rumahnya (Hari ini), di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nangka Lintas RT 05 No 103 Megang. Ternyata, menjadi pemenang utama dalam Hari Jadi Kota Lubuklinggau ke-9 menjadikan Ayu lebih semangat.
“Setelah ini Ayu akan belajar lebih giat, dan bisa membahagiakan Mama,” jelasnya lugu. Selama proses wawancara berlangsung, ucapan selamat atas kemenangan tersebut tak henti-henti dilantunkan oleh rekan-rekan sejawat putri pertama Agustinawati ini. Bahkan, beberapa guru yang juga ikut dalam acara jalan santai ini turut bahagia atas rejeki yang diperoleh anak didiknya tersebut. (*)


    ShoutMix chat widget