Wakil Bupati (Wabup) Rejang Lebong, Slamet Diono yang baru dilantik 17 September 2010 bersama Bupati, H Suherman, mengaku pernah satu sekolah dan sekampung dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudoyono (SBY). Dia berharap bisa melakukan koordinasi dengan SBY untuk kemajuan Rejang Lebong. Berikut Penuturanya.

Syamsul Ma’arif, Curup

SLAMET DIONO mengaku pernah tinggal satu kampung dengan SBY di Kota Pacitan, Jawa Timur. Kota ini dekat dengan perbatasan Jawa Tengah. “Saya memang sekampung dengan SBY dan satu sekolah di SMP dan SMA di sana. Saat itu saya menjadi adik kelasnya,” kata Slamet Diono di ruang kerjanya, Selasa (28/9) pada wartawan koran ini.
Ia menuturkan meski SBY kakak tingkat di sekolah, namun sering mengajak dirinya bermain sepak bola dan voli di lapangan. “Hampir setiap sore kami main sepak bola dan kadang-kadang Voli,” papar Slamet Diono.
Saat SBY jadi Presiden, i mengaku tidak terlalu terkejut karena sosok kepemimpinan SBY terlihat mulai dari remaja hingga menginjak dewasa. “Dia mempunyai kemampuan dan kelebihan di masyarakat dibandingkan dengan lainnya dari seni olahraga,” katanya.
Bahkan, lanjut dia, bukan hanya pada kegiatan masyarakat maupun olahraga di bidang pendidikan selalu menjadi yang terbaik. “Ia juga pernah mengikuti seni dan pernah menjadi pemain band,” tutur mengenang sosok SBY.
Selain itu juga, Slamet Diono paham betul silsilah keluarganya yang satu kampung. “Orang tuanya kalau kami biasa manggil Pakde Koco yang bertugas menjadi komandan Koramil setempat,” tuturnya.
Semenjak SBY mengikuti AKABRI, Ia mengaku jarang bertemu karena Wabup juga meneruskan pendidikanya di Jogjakarta. Meski demikian, saat Wabup menjadi PNS di Bengkulu, ia pernah bertemu SBY saat menjabat menjadi Pangdam Sriwijaya. “Saya bertemu di Bandara Bengkulu saat SBY jadi Pangdam, dan saya dipeluk erat karena sudah lama tidak bertemu,” paparnya.

Setelah menjadi Presiden, Slamet Diono sempat bertemu satu kali di Hotel Sahid Jakarta bersama pamannya hingga saat ini.

Dengan jabatan saat ini, ia berjanji akan berusaha melakukan koordinasi untuk membangun Rejang Lebong. Namun, upaya itu jangan sampai disalahartikan. “Bukan karena saya sekampung dan satu sekolah lantas saya gunakan kedekatan tersebut. Kami pernah berkata kalau ingin maju dan mengembangkan daerah harus usaha dan bekerja keras,” jelasnya.
Jadi, lanjut dia, tidak mencatatkan kedekatan dan jabatan yang diembanya dan menjadikan KKN. “Namun saya berusaha karena jabatan dan ingin membuat Rejang Lebong lebih maju dan berusaha untuk koordinasi semampunya pada SBY,” tegas Slamet Diono.(*)


    ShoutMix chat widget