Abadikan Barang Antik Peninggalan Pangeran

Tidak sedikit barang antik di Hotel Transit Kota Lubuklinggau memikat hati para pengunjng yang datang. Seperti meja, kursi batu, piring, hingga kain songket tahun 1935 dipajang di dinding resepsionis. Berikut laporannya.

Leo Mura, Lubuklinggau

SEJAK berdiri 1985, Hotel Transit berada di Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Jawa Kanan SS, Kecamatan Lubuklinggau Timur II, selalu diminati pelaku investor untuk singgah. Mereka merasa kenyaman berada di hotel tersebut.
Suasana di dalam hotel itu membuat pengunjug merasa nyaman. Demikian halnya ketika wartawan koran ini mengunjungi hotel tadi, kemarin. Terlebih saat mata melihat meja batu dan aksesoris Kristal yang sangat menarik perhatian pengunjung.
“Barang antik yang terdapat di hotel ini merupakan peninggalan Pangeran H. Mantap Natadiradja dan Pangeran H. Moehamad Amin Ratu Asmara Ningrat. Barang tersebut dikoleksi oleh ibu Farida selaku pemilik hotel. Ia memang menyukai benda-benda antic, mulai dari meja, kursi batu, hingga loyang untuk membuat agar dan kue. “Semua jenis loyang yang ada di sini ia koleksi semua. Dan loyang tersebut kebanyakan tersebut terbuat dari besi,” kata salah seorang karyawan Hotel Transit Lubuklinggau, Hendri di ruang kerjanya, Selasa (21/9).
Ia menceritakan, Ibu Farida adalah pemilik dari hotel ini dan ia selalu dikenal sebagai pelestari budaya oleh teman-temannya. Bahkan dari segi makanan ia pun tidak memilih. “Walau umurnya sudah 65 tetapi tetap tegar dan semangat,” ujarnya. Maka dari itu seluruh karyawan yang bekerja di sini selalu menjaga peralatan di Hotel Transit dan sesuai dengan apa yang diarahkannya.
“Seperti halnya petugas barang antic (Inventori), ia selalu merawat dan menjaga peralatan yang ada di hotel,” imbuhnya.
Hampir 70 persen aksesoris ada di hotel ini merupakan barang antik peninggalan dari pangeran. Sejak hotel ini berdiri barang antik itu telah dipajang.

Lantas mengapa barang tersebut tak masuk museum? Ia mengaku jika barang antik yang ada di Hotel Transit dimuseumkan mungkin barang itu tidak terawat seperti di hotel saat ini. “Barang itu tetap awet dan bagus karena barang-barang ini selalu dijaga dan dirawat,” ungkap pria yang baru dikarunai satu orang anak.

Selanjutnya, ia mengatakan di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) jarang kita temukan hotel yang memajang barang-barang antik seperti halnya di Hotel Transit. Apalagi kondisi di hotel ini terdapat sejumlah foto keluarga dan silsilah keluarga mereka mulai dari kakek hingga cucunya.

“Memang dari dulu ibu Farida tak pernah memajang foto orang di sini dan ia selalu memajang foto keluarganya. Karena keluarga mereka merupakan keluarga pangeran dan pejabat Bupati Musi Rawas (Mura) tahun 1935,” katanya berusaha meyakinkan.(*)


    ShoutMix chat widget