Lebih Dekat dengan Kepala SMPN H Wukirsari

Impian Ansori (51) memimpin SMP Negeri Wukirsari Kecamatan Tugumulyo, akhirnya kesampaian. Ia dilantik menjadi kepala sekolah oleh Kadisdik Mura, Edi Iswanto di Aula Disdik Mura, Sabtu (1/5) bersama kepala sekolah lainnya. Berikut kisahnya.

Leo Mura, Musi Rawas
SETELAH dilantik wajah suami Rina Agustiningsi nampak ceria. Saat itu ia berada ditengah-tengah rekannya sesama kepala sekolah yang baru dilantik dan diambil sumpah. Saat dijumpai wartawan koran ini di Aula Disdik, Ansori mengungkapkan perasaannya setelah resmi menjabat Kepala SMPN Wukirsari.
Lelaki kelahiran Wukirsari, 6 Juni 1969 mengutarakan ketika mendengar kabar akan dilantik menjadi kepala SMPN Wukirsari mengaku senang sekali. "Ya, senang sekali saya bisa dilantik menjadi kepala SMPN Wukirsari," ucap bapak tiga anak ini.
Soal program kerja akan dijalankan nanti, Ansori menyebutkan sementara ini ia belum bisa berbuat banyak. Maksudnya? Ansori menyatakan tahap awal ini ia akan mengupayakan agar dapat mendekatkan diri terlebih dahulu dengan dewan guru serta staf SMPN Wukirsari.
"Saya menilai segala sesuatu itu membutuhkan proses karena ini tidak semudah membalikkan telapak tangan. Sebab dalam membentuk suatu program itu kita butuh tahapan atau langkah-langkah tepat. Jika program itu dibuat dan tidak tetap dengan sasaran tidak enak," ungkap Ansori yang berperawakan besar ini.
Namun, Ansori juga bertekad menciptakan suasana kondusip dan nyaman dalam bekerja. "Saya ingin kinerja para guru nanti makin baik. Karena itu saya berusaha menjaga hubungan baik antar guru dan bawahan," ungkap Ansori yang tetap memerhatikan sarana dan prasarana di sekolah. Sebab itu merupakan langkah awal dalam mengembangkan mutu pendidikan di sekolah tersebut sesuai dengan visi dan misi.
"Untuk meningkatkan dan memajukan dunia pendidikan, mencerdaskan anak bangsa serta berkiprah aktif di dunia pendidikan, terutama di SMPN Wukirsari. Kalau untuk meningkatkan kualitas anak dalam menyiapkan diri untuk menghadapi era globalisasi dengan tidak meninggalkan citra bangsa, serta menanamkan sifat religius," ungkap alumni Institut Keguruan Ilmu Pendidikan (IKIP) Malang 1996.
Ia sendiri berharap dapat mendukung program Musi Rawas Darussalam dari sektor pendidikan. "Saya terus mengupayakan agar dapat membantu menumbuhkembangkan Mura Darussalam dari sektor pendidikan. Saya berharap anak didik kelak tidak meninggalkan sifat religius itu," pinta mantan guru SMPN Megang Sakti.
Dengan demikian, hal itu harus diiringi dengan profesional dalam mengajar dan mengajar. "Saya merasa senang dengan kesempatan ini untuk dapat membangun anak-anak di jalur pendidikan, dan dapat membantu program Mura Darussalam melaui sektor pendidikan," terang bapak dari Diffa, Adrian, dan Gema Awal Ramadhani.
Ia juga berjanji bagi siswa dan guru yang memiliki potensi akan diberikan penghargaan dan pengembangan dalam pendidikan. "Saya berharap kepada siswa dan guru dapat bekerjasama dalam mewujudkan dan menjalankan apa yang diharapkan oleh orang tua siswa. Serta yang diamanatkan kepada saya karena tanpa dukungan dan support kita tidak akan bisa mewujudkan apa yang kita impikan," ucap alumni SMPN Malang ini.(*)


    ShoutMix chat widget