Foto : Santoso/Linggau Pos
DEMO : Sekitar 100 massa dari Kecamatan STL Ulu Terawas, Rabu (5/5) berkumpul di depan kantor KPU Mura mempertanyakan pengurangan DPT yang telah ditetapkan KPU.





Protes Penetapan DPT
MUSI RAWAS–Lebih kurang 100 orang warga dari Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura), Rabu (5/5) mendatangi kantor KPU Kabupaten Mura. Kedatangan massa ke kantor tersebut mempertanyakan dugaan pengurangan jumlah pemilih dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), yang diplenokan KPU Mura, Selasa (4/5).
Sebab, jumlah DPT yang ditetapkan lewat rapat pleno PPK Terawas, berbeda dengan jumlah DPT yang ditetapkan KPU Mura. DPT yang ditetapkan PPK Terawas 20.267 pemilih, sedangkan DPT yang ditetapkan KPU Mura untuk Kecamatan STL Terawas 19.491 pemilih. Artinya, ada pengurangan jumlah pemilih 776 pemilih.
Kedatangan massa itu dikawal aparat kepolisian, Camat STL Ulu Terawas dan anggota PPK STL Ulu Terawas. Mereka tiba di halaman Kantor KPU Mura sekitar pukul 11.00 WIB. Saat tiba di kantor KPU, massa mencoba menerobos masuk ke dalam, namun berhasil dicegah aparat kepolisian yang berjaga.
"Pleno di tingkat PPK, pemilih Kecamatan STL Ulu Terawas 20.267. Sementara pleno DPT di KPU berkurang menjadi 19.491 pemilih. Jadi ada selisih 776 pemilih," ungkap Samsu Rizal, koordinator aksi kepada wartawan koran ini, Rabu (5/5).
Dikatakan Rizal, perbedaan yang mencolok dalam rapat pleno yang ditetapkan KPU Mura, Selasa (4/5) mengenai masalah DPT di Desa Sukakarya. Awalnya saat pleno PPK ditetapkan 1351, namun saat pleno di KPU hanya terdata 956. "Jadi ada sekitar 395 warga yang tidak masuk dalam DPT. Ada 13 desa yang pemilihnya berkurang dari DPT yang ditetapkan PPK. Sementara khusus di Kelurahan Terawas, rekap PPK 3110 pemilih dan pleno KPU jadi 3.197 pemilih, ada penambahan 87 pemilih. Kami menginginkan yang kurang ditambah dan yang lebih dikurangi, sehingga Pemilu Bupati dan Wakil Bupati Mura berjalan tanpa ada kecurangan,"jelasnya.
Diakui Rizal, jumlah pemilih di Kecamatan STL Ulu Terawas sebelumnya sudah dilaporkan ke KPU Mura. "Namun anehnya saat pleno penetapan DPT data yang diberikan PPK berubah mengalami penurunan. Jadi dari sini kami menilai ada indikasi permainan politik oleh penyelenggara Pemilu, dalam hal ini KPU Mura," kata Rizal.
Divisi Teknis KPU Mura, Novriansyah mengakui adanya selisih data pemilih di STL Ulu Terawas. Tetapi itu bukan faktor kesengajaan, namun murni akibat human error (Kesalahan manusia). Saat dilakukan entri data, ada nama pemilih terselip. Sehingga saat dimasukkan dalam entri data komputer, maka nama tersebut tidak muncul.
"Hal ini sedang kita perbaiki, dan data-data yang tertinggal sudah ditemukan, bukan hilang. Jadi pleno DPT Selasa (4/5) dicabut, dan kita akan gelar pleno penetapan DPT ulang. Karena dengan ditemukannya data ini, memang pemilih di STL Ulu Terawas berubah. Jadi kami hanya merubah data-data saja, bukan penambahan data baru, karena saat ini sudah tidak ada lagi penambahan data baru," katanya.
Salah seorang masyarakat yang ikut dalam aksi demo, mengaku hasil perbaikan KPU Mura dan PPK terhadap DPT Kecamatan STL Ulu Terawas berjumlah 20178. Angka tersebut mendekati hasil pleno yang dilaksanakan KPU Mura, Selasa (4/5), untuk DPT Kecamatan STL Ulu Terawas berjumlah 19491.
"Setelah DPT diperbaiki oleh KPU dan PPK kami merasa bahagia dan gembira. Warning buat KPU sebagai penyelenggara harus profesional dan independen dengan acuan aturan yang ada," ucap Jhon yang mengaku massa membubarkan diri dari kantor KPU Mura sekitar pukul 19.00 WIB, tadi malam.(03/net)



    ShoutMix chat widget