MUARA LAKITAN-Naas dialami Abu Bakar (60), warga kompleks PT Bina Sain Muara Lakitan, Kabupaten Musi Rawas (Mura). Pasalnya, security PT Bina Saint Muara Lakitan tewas setelah ditembak perampok menggunakan senjata api (Senpi). Kejadian itu berlangsung Senin (1/3) sekitar pukul 19.00 WIB, di komplek PT Bina Saint Muara Lakitan.
Bagaimana awal peristiwa berdarah tersebut? Ditemui wartawan koran ini di IGD RS dr Sobirin, Hengki, teman korban mengatakan kejadian itu bermula ketika menerima informasi dari Kades SP V Marga Tilu, bahwa pelaku penodongan terhadap warga SP V melarikan diri ke PT Bina Saint.
“Kami bersama warga mendapat telepon dari kades untuk menghadang pelaku yang berjumlah enam orang,” kata Hengki.
Tidak lama kemudian, ada rombongan laki-laki berjumlah enam orang dengan gerak-gerik mencurigakan lalu korban menanyakan. “Nak kemano?” Ditanya demikian, pelaku bukan menjawab baik-baik malah mengeluarkan Senpi, dan melepaskan tembakan empat peluru ke tubuh korban. Namun hanya dua pelor yang mengenai dada korban.
“Dari situ kami dan warga sempat melakukan perlawanan karena pelaku membawa senpi. Sehingga kami tidak dapat melawan, setelah itu pelaku melarikan diri,” jelas Hengki.
Selanjutnya korban diangkut ke IGD RS dr Sobirin guna menjalani perawatan tim medis. Rupanya Tuhan berkehendak lain, Abu Bakar menghembuskan nafas terakhir sebelum mendapatkan pengobatan tim medis.
Kapolres Mura, AKBP Herry Nixon’s melalui Kapolsek Muara Lakitan, AKP Baharudin didampingi Kanit Reskrim, Bripka Anton saat dikonfirmasi wartawan koran ini, tadi malam, membenarkan kejadian tersebut. “Kami masih melakukan penyelidikan identitas pelaku,” ujarnya. (14)





0 komentar