Image Hosting
Image Hosting

MUSI RAWAS-Ancaman Pansus III DPRD Kabupaten Musi Rawas (Mura) akan memanggil sejumlah mantan pejabat di lingkungan Pemkab Mura terkait penjualan rumah murah PNS Golongan III, bukan sekedar isapan jempol. Senin(1/3), Pansus yang bertugas menelusuri keberadaan aset tak bergerak itu, telah mengundang sejumlah mantan pejabat yang dinyatakan mengetahui proses pelelangan rumah dinas pada 2003 lalu.

Hanya saja dari beberapa mantan pejabat maupun pejabat aktif yang diundang itu, tak satupun hadir memenuhi panggilan Pansus. Mereka adalah, mantan Bupati Mura H Ibnu Amin, mantan Kabag Umum H Mansyur Daniel dan mantan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) sekarang Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Isbandi Arsyad.

Ketua Pansus III Alamsyah A Manan, kepada Linggau Pos, membenarkan bahwa Senin (1/3), jadwal pemanggilan mantan pejabat maupun pejabat aktif di lingkungan Pemkab Mura, untuk dimintai penjelasannya seputar pelelangan rumah dinas golongan III. “Tetapi tak seorang pun dari mereka datang memenuhi undangan kami. Saya atas nama lembaga dewan maupun sebagai ketua Pansus III merasa kecewa atas ketidakhadiran mantan pejabat maupun pejabat Pemkab Mura tersebut. Rencananya Pansus akan mengundang kembali Ibnu Amin dan mantan pejabat lainnya, Kamis (4/3),” kata Alamsyah, dengan nada sedikit kesal.

Terpisah, mantan Kabag Umum Setda Mura H Mansyur Daniel ketika dikonfirmasi mengaku sedang berada di Jakarta. “Bukannya saya mangkir memenuhi panggilan. Tapi karena pada saat bersamaan saya berada di Jakarta lantaran ada tugas dinas yang tak dapat ditinggalkan,” kilahnya.

Hal senada juga disampaikan mantan Kepala Dispenda yang kini menjabat Inspektur Kabupaten Mura, Isbandi Arsyad. Menurutnya, kebetulan Senin(1/3), ada tugas dinas yang tak dapat ditinggalkan. “Jadi saya tidak bisa hadir. Sedangkan mengenai masalah aset, silakan tanya sama Pak Gotri saja,” sarannya.

Sedangka Ibnu Amin, belum berhasil dikonfirmasi. Saat disambangi di kediamannya, Jalan Watervang, Kelurahan Watervang, menurut pembantu di rumah itu, Ibnu Amin sedang tak berada di rumah. “Bapak tidak ada di rumah,” jelas seorang pembantu singkat, lalu masuk kedalam.(03)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget