
*Sosok Model Cilik, Aprilia Herdiyanti
Tak terbesit sedikitpun dibenak dara manis ini untuk menjadi seorang model cilik di kota berslogan ‘Sebiduk Semare’. Uniknya, ketika dirinya hanya iseng-iseng mengikuti perlombaan disebuah event, ternyata mampu mengubah perjalanan karirnya. Lantas bagaimana ceritanya?
Hetty Arnita, Majapahit
LIA, demikian gadis cilik yang memiliki nama lengkap Aprilia Herdiyanti ini biasa dipanggil. Diam-diam, murid kelas IV SD Islam Baitul A’la Lubuklinggau ini memiliki segudang prestasi yang sangat membanggakan bagi dirinya serta keluarga.
Adapun berbagai prestasi yang telah diraihnya antara lain juara harapan III kategori anak-anak lomba fashion talent 2009 di Lapangan Merdeka Kota Lubuklinggau, 22 November 2009. Kemudian, juara harapan I kategori anak-anak fashion competition 2009 sexy glamour, juara I kategori anak-anak pemilihan elite model kalender CR Management yang diadakan 25 Desember 2009, juara I bintang idol 2010 bangga menjadi anak daerah yang diselenggarakan di Gedung Sindang Convention Centre, 17 Januari 2010.
Selain itu, dia juga meraih juara I lomba model yang diadakan oleh Graha Model Cinema (GMC) pada 24 Januari 2010. Dan baru-baru ini, putri bungsu pasangan Edi Sunandar dan Ernawati (pemilik AS Variasi, red) menjuarai festival modeling contest kategori anak-anak di Ballroom Hotel Sempurna Lubuklinggau, 25-26 Februari lalu.
"Awalnya aku iseng-iseng untuk mengikuti sebuah event yang diadakan oleh salah satu swalayan di Kota Lubuklinggau. Pada waktu itu, memang niatnya pengen ikut lomba mewarnai karena memang aku suka dengan bidang itu. Tetapi, keinginan untuk mengikuti lomba model datang secara tiba-tiba dan aku hanya iseng-iseng. Eh tidak tahunya sekarang malah keterusan," ucap dara belia kelahiran Lubuklinggau, 3 April 2000, ketika dijumpai wartawan koran ini di rumahnya Jalan Yos Sudarso Kelurahan Majapahit, Lubuklinggau Timur I, disamping Gedung DPRD Kota Lubuklinggau (AS Variasi), Selasa (2/3).
Mengenai prestasi akademiknya, ternyata Lia tak mau kalah. Setiap kali semester, ternyata Lia yang bercita-cita ingin menjadi dokter itu selalu masuk tiga besar di kelasnya. Ini merupakan sebuah bukti bahwa prestasi akademik dan non akademik harus benar-benar seimbang.
"Alhamdulillah, orang tuaku selalu mendukung semua kegiatan aku. Dan aku berjanji tidak akan mengecewakan mereka. Salah satunya dengan selalu belajar sungguh-sungguh untuk meraih prestasi yang gemilang," lanjut Lia yang menyukai mata pelajaran matematika itu.
Dalam meraih prestasi ini, Lia mendapatkan dukungan sepenuhnya dari kedua orang tuanya. Terbukti, ketika mengikuti berbagai perlombaan sang papa dan mama dengan setia mendampingi buah hatinya itu.
"Sebagai orang tua kami selalu mendukung keinginan anak selagi itu dalam kegiatan positif. Dan yang tak kalah pentingnya lagi, kami sangat bangga dengannya karena dia sudah bisa mandiri dan tumbuh kepercayaan pada dirinya setelah mengikuti berbagai perlombaan model ini," kata Edi didampingi sang istri sambil menutup pembicaraan sore itu.(*)





0 komentar