Image Hosting
Image Hosting


*Diduga dari Peternakan PT AS

TUGUMULYO-Sebelumnya, warga Desa Babat Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas (Mura) mempersoalkan lalat berasal dari peternakan ayam yang masuk kedalam rumah, kini keluhan serupa juga dirasakan warga RT 2 Kelurahan O Mangunharjo, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Mura.
Pasalnya, dari kelurahan tersebut hingga perbatasan Desa G2 Dwijaya resah akibat lalat yang masuk perkampungan diakibatkan dari peternakan ayam potong PT Ayam Sejahtera (AS) milik pengusaha Hb. Peternakan ini baru berdiri sejak lima bulan lalu.
Salah seorang warga berinisial Md mengatakan, masyarakat merasa resah dengan lalat yang berasal dari kandang peternakan ayam potong PT AS.
“Sebentar lagi kira-kira, Rabu, ayam yang berasal dari luar daerah masuk ke penampungan. Saat itulah kami yang tinggal di sini resah, sebab selain lalat yang masuk ke rumah pemukiman, baunya mengganggu kenyamanan warga di sini,” kata Md kepada Linggau Pos, Senin (8/2).
Ia menyebutkan, jarak antara pemukiman warga dan PT AS kurang lebih sekitar 35 meter dari pemukiman warga. Sehingga mengganggu kenyamanan warga.
“Apa lagi kalau musim panen lalat sampai masuk kedalam rumah. Kami pun dibuat sibuk menyemprot lalat dengan racun serangga. Dalam satu hari bisa 5 kg lalat hasil dari semprotan mati. Saking banyaknya warga ada yang menangis dengan lalat yang masuki kedalam rumah itu, dan juga dari peternakan itu menimbulkan bau tak sedap,” katanya gamblang.
Karena resah akhirnya warga mengadukan masalah ini kepada Lurah O Mangunharjo, Ansori. Namun, pengaduan yang disampaikan sejak 2009 lalu belum ditindaklanjuti lurah.
“Kami sudah melaporkan masalah ini ke kantor Lurah tapi belum ada kelanjutannya,” keluh Md lagi.

Sementara itu, Lurah O Mangunharjo, Ansori saat dihubungi via ponsel tadi malam mengatakan, laporan warga memang benar adanya. “Saya juga peduli dengan keresahan warga dan saya sudah mengusahakan, tapi pemilik PT AS masih keluarga dari Camat Purwodadi (yang waktu itu dijabat Adi Winata sekarang camat Megang Sakti, red) sendiri, karena dia atasan saya jadi serba salah. Dan akhirnya saya memberi jalan kepada warga untuk mendata warga-warga yang diresahkan akibat lalat yang timbul dari PT AS dimiliki Hb, dan mengusulkan langung ke Badan Lingkungan Hidup (BLHD), tapi sampai sekarang warga belum ada yang mengusulkan,” jelas Ansori.
Sedangkan pemilik PT AS, Hb dihubungi melalui Hp membenarkan bahwa lalat itu memang ada. “Tapi ditempat kotorannya, dan tidak sampai masuk ke pemukiman warga. Saya juga tidak merasa ada keluhan, mungkin ada warga yang iri dengan usaha yang saya miliki,” kata Hb, tadi malam.(14)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget