Image Hosting
Image Hosting

* Kiprah Effendi Wakil Ketua II DPRD Kota Lubuklinggau

Meski dua negara, yakni Jepang dan Jerman sudah didatangi Wakil Ketua DPRD Kota Lubuklinggau, Effendi untuk melakukan bisnis, tetapi dunia yang menjanjikan itu tidak mampu mengurungkan niat politikus dari Partai Amanat Nasional (PAN) untuk terjun ke panggung politik.

Oleh: Mardiah

BERDALIH ingin membela kepentingan masyarakat secara sosial dan ekonomi, Effendi menjadi wakil rakyat. Sukses di dunia bisnis tidak membuat Effendi berleha-leha (santai, red) dalam menjalani hidup. Berbagai profesi digeluti alumni dari Universitas Muhammadiyah Jakarta ini, mulai dari buka biro travel, jual beli karet hingga jadi politikus yang dinilainya nyambung dengan jenjang pendidikan yang telah ditempuhnya.

Pria kelahiran Lubuklinggau, 5 Januari 1964 ini tertarik terjun ke politik karena kagum dengan sosok Amien Rais, yang dinilainya piawai dalam segala hal. “Garis pendidikan saya sebagai sarjana hukum tata Negara. Sehingga nyambung kalau saya terjun kedunia politik. Namun banyak hal mendasar jadi alasan saya untuk ikut mencalonkan diri pada Pemilu Legislatif 2009, salah satunya keinginan untuk membela kepentingan masyarakat baik secara sosial dan ekonomi. Karena masyarakat Kota Lubuklinggau adalah bagian dari hidup saya, tetapi sangat disayangkan tingkat SDM di Lubuklinggau belum memadai dan dapat dikatakan belum siap untuk sambut pasar bebas,” kata Effendi.

Menurut Effendi, sektor pendidikan di Kota Lubuklinggau harus ditingkatkan, meskipun kurikulum pendidikan nasional bagus tetapi kenyataan di lapangan khususnya di Lubuklinggau program nasional hanya berjalan separuh hati. “Saya berharap dengan cairnya tunjangan tambahan bagi guru yang tidak tersertifikasi mampu meningkatkan etos kerja kalangan pendidik, yang nantinya berimbas pada tingkat pendidikan dan SDM di kota ini,” jelasnya.

Kendati begitu, menurut ayah dari Mutiah Sayidah dan Ramadhan, pendidikan diberikan guru jangan hanya pendidikan jasmani, tetapi rohani jauh lebih penting. Hal ini bisa dilakukan dengan memberikan waktu salat saat azan berkumandang.

“Negara bisa maju bila ditopang SDM memadai tetapi hal terpenting harus dipikirkan bimbingan spiritual, moral generasi penerus bangsa tidak bobrok,” jelas suami Yami ini.

Berbagai pengalaman menarik saat menjalankan bisnis jual beli alat kesehatan, jadi pengalaman berharga wakil sekretaris DPD PAN Kota Lubuklinggau. Salah satunya saat mengikuti training alat-alat kesehatan di Jepang dan Jerman. “Saat menjabat sebagai manager salah satu perusahaan swasta saya diutus perusahaan untuk ikuti training di dua negara, banyak hal dapat saya petik terutama disiplin hukum warga negara asing, sangat beda dengan warga negara Indonesia,” ceritanya. Hanya saja patut disayangkan, sambung dia, negara maju cenderung moral warganya bobrok.

Kendati begitu saat berkarier di Jakarta orientasi ia bukan untuk jadi PNS tetapi ingin punya penghasilan tinggi agar kebutuhan keluarga tercukupi. “Salah satunya terjun ke dunia usaha khusus alat-alat kesehatan, karena dunia kesehatan memberi peluang penghasilan lumayan besar,” pungkasnya. (*)

Image and video hosting by TinyPic

    ShoutMix chat widget