*Di PAN, PBR, dan Hanura
*Hari Ini, di PKS dan Gerindra
LUBUKLINGGAU-Bursa pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kebupatena Musi Rawas (Mura) masa bakti 2010-2015 semakin ramai dan ketat. Salah seorang yang patut diperhitungkan adalah Hermansyah Masyaris. Politisi asal partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), kamarin (15/2), mengambil formulir Cabup secara maraton.
Pengambilan formulir pendaftaran cabup atas nama Hermansyah Masyaris, dilakukan oleh utusannya, Manuferry (Efeng) dan Erwin. Tidak tanggung-tanggung atas saran Hermansyah, kedua utusan tersebut mengambil formulir pendaftaran Cabup secara maraton di tiga partai politik.
Antara lain, sekitar pukul 16.00 WIB di sekretariat penjaringan Pilkada Partai Amanat Nasional (PAN) Mura di rumah makan Tri Arga Kelurahan Marga Mulya. Utusan Hermansyah disambut oleh Ferry Fy cs.
Kemudian pada pukul 16.30 WIB, pengambilan formulir dilanjutkan ke Sekretariat Penjaringan Pilkada Partai Bintang Reformasi (PBR) Mura. Di sekretariat ini, orang kepercayaan Hermansyah disambut oleh Ketua Tim Penjaringan, Deddy.
Tepat pukul 17.00 WIB, Manuferry Cs merapat ke Hotel dan Restaurant Sampurna Lubuklinggau, tempat dimana sekretariat penjaringan Pilkada Partai Hanura Mura. Ditempat ini, utusan Hermansyah disambut Ketua DPC Partai Hanura Mura yang juga sebagai Ketua Tim Penjaringan Pilkada, Irlandia, Wakil Ketua Marwan Chandra (Ahok), Wakil Ketua Bustari ZN, Sekretaris Indra Yuri Gagarin dan Ketua PAC Hanura Tugumulyo, Jhonny.
“Partai Hanura memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga Mura, yang memiliki komitmen sesuai hati nurani rakyat untuk membangun Mura. Silakan mendaftarkan diri baik sebagai Cabup maupun Cawabub melalui Partai Hanura Mura,” ajak Irlandia.
Pernyataan senada diungkapkan anggota DPRD Mura, Marwan Chandra (Ahok). Menurut politisi asal Partai Hanura yang juga seorang pengusaha cukup sukses ini, proses penerimaan berkas Cabup dan Cawabup dipartainya mengacu petunjuk dan pelaksanaan (Juklak) DPP Hanura.
“Semua proses pendaftaran bursa Cabup dan Cawabup dilakukan secara terbuka dan sesuai Juklak DPP Hanuara No: A.4237/DPP Hanura/XI/2009, tentang Tata Cara Pemilihan Kepala Daerah Partai Hanura. Semangat Juklak tersebut memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada masyarakat, untuk mencalonkan diri sebagai kepala daerah maupun wakil kepala daerah Mura masa bakti 2010-2015,” ungkap Ahok.
Adapun persyaratan umum Cabup dan Cawabup, lanjut Ahok, sesuai pasal 58 UU Nomor 32 Tahun 2004. Diantaranya, bertaqwa kepada Tuhan Yang Mahaesa, setia kepada Pancasila, UU 1945 dan NKRI, pendidikan sekurang-kurangnya SMA sederajat, berusia minimal 25 tahun, sehat jasmani dan rohani, tidak sedang dicabut hak pilihnya, mengenal dan dikenal masyarakat daerahnya, dan seterusnya.
“Selain berbagai persyaratan umum tersebut, Cabup-Cawabup harus memiliki persyaratan khusus. Seperti, mengakar yaitu memiliki integritas moral yang baik, kapabel, tokoh populer, menjadi panutan, dan seterusnya,” tandas Ahok, turut diamini rekan-rekannya.
Terpisah, Hermansyah Masyaris ketika ditemui Linggau Pos di DPC Partai Hanura Kota Lubuklinggau, membenarkan tentang langkah politiknya tersebut. Menurut ketua fraksi
“Benar saya hari ini (kemarin, red) mengutuskan saudara saya untuk mengambil formulir pendaftaran Cabup Mura masa bakti 2010-2015, di tiga parpol yaitu PAN Mura, PBR Mura, dan Hanura Mura. Insyaallah besok (hari ini, red) saya akan mengambil formulir di PKS dan Gerindra,” tutur Hermansyah.
Menurut politisi bertubuh jangkung ini, dia mengutuskan saudaranya untuk mengambil formulir pendaftaran Cabup Mura karena faktor kesibukan. Kendati demikian sebagai bentuk keseriusannya, untuk pengembalian formulir nanti akan dilakukannya sendiri.
“Niat mencalonkan bupati Mura, tidak terlepas dari keinginan melakukan pengabdian kepada rakyat dalam hal yang lebih besar dan luas. Saya tidak ingin menggunakan istilah melakukan perubahan, karena Mura sudah cukup berubah. Agenda utama yang saya lakukan jika terpilih menjadi bupati Mura, mengentaskan kemiskinan. Sebab, fakta yang tidak bisa disembunyikan masih teramat banyak masyarakat yang tinggal di desa-desa dalam wilayah Mura didera kemiskinan. Parahnya lagi lahan pertanian warga Mura cukup banyak yang bermasalah status kepemilikannya,” papar ketua fraksi bersatu DPRD Kota Lubuklinggau.
Sebagai kader Partai Hanura, lanjut Herman, dia mengemban amanah partai baik DPD hingga DPP, menghendaki kader terbaiknya maju sebagai Cabup. Alasan yang tidak kalah penting, karena rasa terpanggil. “Sebab sampai sekarang balon bupati yang mengambil formulir belum ada yang mengembalikannya, dan jumlahnya pun relatif sedikit,” tambah anggota Komisi II DPRD Kota Lubuklinggau.
Kakak kandung Jampidsus Marwan Effendi ini, menepis jika langkah politisnya hanya sekedar meramai dan memanaskan suhu politik belaka. Dia pun menolak isu praktik politik dagang sapi, apalagi sekedar menaikkan pamor agar lebih terkenal.
“Jangan percaya rumor dan isu murahan. Langkah politis saya, 100 persen serius untuk menuju Mura 1. Saya mohon doa serta dukungan warga Mura, agar niat dan cita-cita ini tercapai,” harapnya. (12)





0 komentar